Mengenang Perbudakan di Mesir
Ulangan 24:22
Hukum tentang Perceraian, Pekerja, dan Keadilan Sosial
“Ingatlah bahwa kamu dahulu adalah budak di tanah Mesir. Oleh sebab itu, aku memerintahkanmu untuk melakukan hal ini.”Ulangan 24:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini."”Ulangan 24:22 · TB
Terjemahan Baru
“Ingatlah bahwa kamu pernah menjadi budak di Mesir; itulah sebabnya saya memberi peraturan ini kepadamu.”Ulangan 24:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ingatlah bahwa dulu kalian pernah hidup sebagai budak di Mesir. Karena itu kalian harus melakukan kebiasaan ini.””Ulangan 24:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt remember that thou wast a bondman in the land of Egypt: therefore I command thee to do this thing.”Ulangan 24:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 24:22?
Ayat ini mengulangi alasan dari perintah sebelumnya: 'Ingatlah bahwa kamu dahulu adalah budak di Mesir.' Karena Tuhan telah menebus Israel, mereka harus menunjukkan belas kasihan kepada orang asing, yatim, dan janda, sebagai respons atas kasih Tuhan.
Latar belakang
Mengapa Peduli pada Orang Asing dan Yatim
Ayat ini adalah penutup dari serangkaian hukum tentang kepedulian terhadap orang asing, yatim, dan janda. Musa mengulangi perintah untuk mengingat bahwa Israel pernah menjadi budak di Mesir, sebagai dasar motivasi untuk bertindak adil dan murah hati.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan, di seberang sungai Yordan, sebelum memasuki Tanah Perjanjian.
Kapan
~1406 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, pribadi yang rendah hati namun tegas.
Kepada
Orang Israel
Umat pilihan Allah, baru saja keluar dari Mesir, dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֶבֶד
‘eved · budak
Budak, hamba, atau orang yang diperbudak.
אֶרֶץ
’erets · tanah
Tanah, negeri, atau bumi.
מִצְרַיִם
Mitsrayim · Mesir
Nama Ibrani untuk Mesir, sering melambangkan tempat perbudakan dan penindasan.
Ketiga kata ini membentuk identitas Israel: mereka adalah budak (eved) di tanah (erets) Mesir (Mitsrayim). Ini bukan sekadar sejarah masa lalu, tetapi dasar moral untuk memperlakukan orang rentan dengan kasih.
Tahukah kamu
Angka 40 Tahun
Orang Israel mengembara di padang gurun selama 40 tahun, satu tahun untuk setiap hari yang dihabiskan mata-mata memata-matai Kanaan. Pengalaman pahit itu menjadi pengingat yang kuat mengapa mereka harus memperlakukan orang asing dengan baik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 24:22
Ulangan 24:18
Pengulangan langsung
“Ingatlah bahwa kamu dahulu adalah budak di Mesir dan TUHAN, Allahmu, telah menebusmu dari sana.”
Keluaran 22:21
Prinsip serupa
“Janganlah engkau menindas orang asing; sebab kamu sendiri telah menjadi orang asing di tanah Mesir.”
Imamat 19:34
Motivasi kasih
“Orang asing yang tinggal di antara kamu harus dianggap sebagai penduduk asli di antaramu. Kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu pernah menjadi orang asing di tanah Mesir.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 24:22
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang mengingat sejarah, bukan tentang tindakan nyata.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini adalah penutup dari serangkaian perintah praktis untuk meninggalkan sebagian hasil panen bagi orang asing, yatim, dan janda. Mengingat masa lalu adalah motivasi untuk bertindak sekarang.
✕ Sering dikira
Perintah ini hanya berlaku untuk orang Israel kuno di tanah Kanaan, tidak relevan bagi kita.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya tetap relevan: orang yang telah mengalami kemurahan Allah seharusnya menjadi saluran kemurahan bagi mereka yang rentan yang ada di tengah kita.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 24:22
Mengingat pengalaman kita sendiri pernah menderita bisa membuat kita lebih berempati. Kita semua pernah butuh kasih dan pertolongan. Karena itu, marilah kita memperlakukan orang lain sebagaimana Tuhan telah memperlakukan kita dengan penuh kasih.
Tuhan, terima kasih telah menebusku dari perbudakan dosa. Tolong aku untuk selalu ingat kasih-Mu dan memperlakukan sesamaku dengan belas kasihan, Amin.