Mengembalikan Jaminan Sebelum Matahari Terbenam
Ulangan 24:13
Hukum tentang Pernikahan, Jaminan, dan Upah
“Ketika matahari terbenam, haruslah kamu mengembalikan jaminan itu kepadanya sehingga dia dapat tidur dengan jubahnya sendiri dan memberkatimu. Dengan demikian, kamu akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu.”Ulangan 24:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau. Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu.”Ulangan 24:13 · TB
Terjemahan Baru
“tetapi harus dikembalikan kepadanya setiap malam, supaya ia dapat memakainya untuk tidur. Maka ia akan berterima kasih dan TUHAN Allahmu akan berkenan kepadamu.”Ulangan 24:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saat matahari terbenam, kembalikanlah baju hangat itu agar dia bisa memakainya saat tidur. Kalau kamu melakukan hal itu, dia akan bersyukur karena kebaikan hatimu, dan TUHAN akan menganggapmu berbuat benar.”Ulangan 24:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“In any case thou shalt deliver him the pledge again when the sun goeth down, that he may sleep in his own raiment, and bless thee: and it shall be righteousness unto thee before the LORD thy God.”Ulangan 24:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 24:13?
Ayat ini mengajarkan bahwa jaminan yang diambil dari orang miskin, seperti jubah atau selimut, harus dikembalikan sebelum matahari terbenam. Ini adalah perintah untuk menunjukkan belas kasihan dan menjaga martabat orang miskin, karena mereka membutuhkan benda itu untuk tidur. Dengan mengembalikannya, kamu akan dianggap benar di hadapan Tuhan.
Latar belakang
Aturan tentang Barang Jaminan
Ayat ini melanjutkan hukum tentang meminjamkan uang dan mengambil jaminan. Jika seorang miskin memberikan jubahnya sebagai jaminan, pemberi pinjaman harus mengembalikannya sebelum matahari terbenam, karena jubah itu juga berfungsi sebagai selimut untuk tidur. Ini adalah bentuk kepedulian sosial agar orang miskin tidak tidur tanpa kehangatan.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan, sebelum memasuki Tanah Perjanjian
Kapan
~1400 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, penyampai hukum TUHAN
Kepada
Orang Israel
Umat pilihan Allah, sedang dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הָשֵׁב
hashev · mengembalikan
mengembalikan sesuatu kepada pemiliknya
חֲבֹל
khavol · jaminan
barang yang diambil sebagai jaminan hutang
שִׂמְלָה
simlah · jubah
pakaian luar atau selimut
Kata 'hashev' (mengembalikan) menekankan tindakan aktif untuk memulihkan hak orang miskin, sementara 'simlah' (jubah) mengingatkan bahwa kebutuhan dasar manusia harus dihormati.
Tahukah kamu
Jubah sebagai Selimut
Pada zaman Alkitab, jubah luar (mantel) adalah pakaian yang juga dipakai sebagai selimut saat tidur. Itu sebabnya menahannya semalaman dianggap kejam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 24:13
Keluaran 22:26-27
Perintah serupa
“Jika engkau mengambil jubah temanmu sebagai jaminan, kembalikanlah sebelum matahari terbenam, sebab hanya itu penutup tubuhnya.”
Ulangan 24:12
Konteks langsung
“Jika dia orang miskin, janganlah kamu tidur dengan barang jaminannya.”
Yakobus 2:15-16
Prinsip kepedulian
“Jika ada saudara yang tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan, dan kamu berkata, 'Selamat jalan,' tanpa memberikan yang mereka perlukan, apa gunanya?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 24:13
✕ Sering dikira
Hukum ini hanya tentang jaminan, tidak relevan bagi kita.
✓ Yang sebenarnya
Ini mengajarkan prinsip keadilan dan belas kasihan yang masih berlaku dalam sikap kita terhadap orang miskin.
✕ Sering dikira
Mengembalikan jaminan berarti menghapus hutang.
✓ Yang sebenarnya
Jaminan dikembalikan sementara, tetapi hutang tetap ada. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan dasar peminjam terpenuhi.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 24:13
Saat kita meminjamkan sesuatu atau memiliki kuasa atas orang lain, kita harus peka terhadap kebutuhan mereka. Jangan menahan hak orang lain demi keuntungan sendiri, karena Tuhan melihat dan menghargai kebaikan yang kita lakukan.
Tuhan, ajari aku untuk selalu mengutamakan kebutuhan sesamaku, terutama yang lemah, dan mengembalikan apa yang bukan hakku sebelum hari berakhir, Amin.