Memetik Anggur dalam Perjalanan
Ulangan 23:24
Kekudusan Umat dan Janji kepada Allah
“Ketika kamu melewati kebun anggur milik sesamamu, kamu boleh memakan anggur sampai kenyang. Namun, kamu tidak boleh membawanya ke dalam keranjang.”Ulangan 23:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Apabila engkau melalui kebun anggur sesamamu, engkau boleh makan buah anggur sepuas-puas hatimu, tetapi tidak boleh kaumasukkan ke dalam bungkusanmu.”Ulangan 23:24 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila kamu sedang berjalan melalui kebun anggur orang lain, kamu boleh makan buah anggur sebanyak yang kamu inginkan, tetapi tak boleh mengumpulkannya di dalam keranjang.”Ulangan 23:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Ketika kamu berjalan melewati kebun anggur sesama orang Israel, kamu boleh memetik buahnya dan memakan sebanyak yang kamu mau, tetapi dilarang membawanya pulang dengan keranjangmu.”Ulangan 23:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When thou comest into thy neighbour’s vineyard, then thou mayest eat grapes thy fill at thine own pleasure; but thou shalt not put any in thy vessel.”Ulangan 23:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 23:24?
Ayat ini memberikan hak kepada orang yang melewati kebun anggur orang lain untuk memakan anggur sepuasnya, tetapi dilarang membawanya pergi. Ini adalah aturan sosial yang memungkinkan orang yang lapar untuk memenuhi kebutuhannya, sambil tetap menghormati pemilik kebun. Ini menunjukkan kepedulian Tuhan terhadap kebutuhan dasar manusia dan pentingnya berbagi.
Latar belakang
Anggur untuk Perjalanan
Musa memberi aturan tentang etika saat melewati kebun anggur orang lain: boleh makan anggur sepuasnya untuk melepas dahaga, tetapi tidak boleh membawa hasilnya. Ini mengajarkan keseimbangan antara kelapangan hati dan hak milik.
Di mana
Dataran Moab
Di tepi Sungai Yordan, sebelum memasuki Tanah Perjanjian
Kapan
~1405 SM
Perjalanan di Padang Gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, penyampai hukum Allah
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah yang sedang dalam perjalanan menuju Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָכַל
akal · memakan
makan, mengonsumsi makanan
שָׂבָע
sava · kenyang
dipuaskan, cukup
כֶּלִי
kli · keranjang
wadah, bejana, alat
'Akal' dan 'sava' menunjukkan bahwa kebutuhan perut boleh dipenuhi, tetapi 'kli' (wadah) menjadi batas: jangan mengambil melebihi kebutuhan. Ini mengajarkan keserakahan yang harus dikendalikan.
Tahukah kamu
Hukum Tepi Ladang
Dalam tradisi Israel, pemilik ladang diperintahkan untuk tidak memetik seluruh hasil panen, meninggalkan sebagian untuk orang miskin dan orang asing (Imamat 19:9-10). Ayat ini serupa: memberi akses untuk kebutuhan sesaat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 23:24
Imamat 19:10
perhatian pada yang miskin
“Janganlah memetik buah anggur yang gugur, tetapi tinggalkanlah itu bagi orang miskin dan orang asing.”
Rut 2:2
memungut sisa
“Biarlah aku pergi ke ladang dan memungut bulir-bulir gandum di belakang orang-orang yang menyukai aku.”
Lukas 6:38
kemurahan hati
“Berilah, maka kamu akan diberi; ada ukuran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 23:24
✕ Sering dikira
Mengira bahwa ayat ini mengizinkan pengambilan hasil kebun orang lain secara bebas tanpa batas.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru membatasi: hanya untuk kebutuhan di tempat, bukan untuk dibawa pulang.
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa hukum ini hanya untuk orang Israel zaman dulu, tidak relevan sekarang.
✓ Yang sebenarnya
Prinsip menghormati hak milik dan berbagi tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 23:24
Dalam hidup sehari-hari, kita bisa menerapkan prinsip ini dengan berbagi kepada yang membutuhkan, tetapi juga tidak mengambil keuntungan secara berlebihan. Misalnya, jika kita memiliki sesuatu, berikan akses kepada orang lain untuk menikmatinya tanpa merugikan kita. Sebaliknya, ketika kita menerima dari orang lain, hargailah dan jangan serakah.
Tuhan, ajari aku untuk bermurah hati dan berbagi kepada sesama, serta bijaksana dalam menikmati berkat-Mu. Amin.