Perempuan dihukum di pintu gerbang
Ulangan 22:24
Hukum tentang kesucian dan keadilan
PerikopDosa Seksual · Ulangan 22:22-30 →“keduanya harus kamu bawa ke pintu gerbang kota itu, dan kamu harus melemparinya dengan batu sampai mati dan kamu harus membunuh perempuan itu, karena dia ada di kota tetapi tidak berteriak minta tolong. Dan, pria itu karena dia telah memerkosa istri orang. Kamu harus menjauhkan kejahatan ini dari antaramu.”Ulangan 22:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”Ulangan 22:24 · TB
Terjemahan Baru
“Dalam hal itu mereka harus dibawa ke luar kota dan dilempari dengan batu sampai mati. Gadis itu harus dibunuh karena ia tidak berteriak minta tolong, sedangkan hal itu terjadi di dalam kota, di mana teriakannya dapat didengar. Dan orang laki-laki itu harus dibunuh karena ia bersetubuh dengan gadis yang sudah bertunangan. Dengan menghukum kedua-duanya, kamu memberantas kejahatan itu.”Ulangan 22:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“kalian harus membawa mereka berdua ke luar kota dan melempari mereka dengan batu sampai mati. Perempuan itu harus dibunuh karena dia ada di dalam kota tetapi tidak berteriak minta tolong, padahal suara teriakannya bisa didengar. Laki-laki itu harus dibunuh karena dia sudah mencemarkan tunangan orang lain. Dengan begitu, kalian memberantas kejahatan dari antara bangsa kita.”Ulangan 22:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then ye shall bring them both out unto the gate of that city, and ye shall stone them with stones that they die; the damsel, because she cried not, being in the city; and the man, because he hath humbled his neighbour’s wife: so thou shalt put away evil from among you.”Ulangan 22:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 22:24?
Ayat ini melanjutkan hukuman bagi pasangan yang berzinah, yaitu jika seorang gadis bertunangan bersetubuh dengan laki-laki lain di dalam kota, keduanya harus dibawa ke pintu gerbang dan dilempari batu sampai mati. Ini karena perempuan tidak berteriak minta tolong (mungkin dianggap setuju) dan laki-laki itu merusak pernikahan orang.
Latar belakang
Eksekusi di pintu gerbang
Ayat ini menjelaskan eksekusi bagi gadis bertunangan yang diperkosa di kota: keduanya dibawa ke pintu gerbang dan dilempari batu sampai mati. Alasannya: gadis itu tidak berteriak minta tolong, dan laki-laki itu telah memerkosa istri orang. Tujuannya untuk menjauhkan kejahatan dari antara umat.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan, di seberang sungai Yordan
Kapan
~1400 SM
Perjalanan ke Tanah Perjanjian
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, pemberi hukum
Kepada
Bangsa Israel
Umat pilihan Tuhan di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שַׁ֖עַר
sha'ar · pintu gerbang
Pintu gerbang kota, tempat umum untuk kegiatan hukum dan sosial.
צָעֲקָ֖ה
tsa'aqah · berteriak
Kata kerja 'berteriak' atau 'memanggil tolong', yang menunjukkan usaha meminta pertolongan.
עָנָ֥ה
anah · memerkosa
Kata kerja yang berarti 'mempermalukan' atau 'memaksa', sering digunakan untuk pemerkosaan.
Ketiga kata ini menekankan pentingnya bukti dan tanggung jawab: 'berteriak' menunjukkan ketidaksetujuan, 'memerkosa' menunjukkan paksaan, dan 'pintu gerbang' adalah tempat keadilan publik. Ini mengajarkan bahwa keadilan harus ditegakkan secara terbuka.
Tahukah kamu
Pintu gerbang sebagai pusat hukum
Pintu gerbang kota adalah tempat umum untuk pengadilan dan transaksi. Eksekusi di sana memastikan hukuman disaksikan publik dan menjadi peringatan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 22:24
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 22:24
✕ Sering dikira
Hukuman mati berlaku untuk semua pemerkosaan
✓ Yang sebenarnya
Hukum ini khusus untuk gadis bertunangan di kota; kasus di ladang berbeda (ayat 25-27).
✕ Sering dikira
Gadis itu selalu bersalah
✓ Yang sebenarnya
Jika gadis itu memang berteriak, dia tidak bersalah, seperti yang dijelaskan di ayat 26-27.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 22:24
Hidup dalam kebenaran membutuhkan ketegasan. Kita harus menghindari situasi yang menyebabkan dosa dan berani bertindak benar, bukan hanya ikut arus. Hukuman ini mengingatkan bahwa dosa memiliki konsekuensi serius.
Tuhan, tolong kami untuk selalu berjalan dalam kebenaran-Mu dan menjauhi segala bentuk dosa. Amin.