Permintaan untuk Lewat

Ulangan 2:27

Israel's Journey and Victories

“Izinkanlah kami melewati wilayah negerimu. Kami akan berjalan di jalan raya saja dan tidak akan menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Ulangan 2:27 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 2:27?

Israel hanya ingin berjalan lewat, tidak menyimpang dari jalan raya. Mereka berjanji untuk tidak mengambil apa pun. Ini menunjukkan sikap hormat dan tidak serakah terhadap milik orang lain.

Latar belakang

Permintaan yang Sopan

Musa menyampaikan permintaan untuk melewati negeri Sihon, dengan tetap di jalan raya, dan bersedia membayar makanan dan minuman.

Di mana

Padang Belantara Kedemot

Pesan yang dibawa utusan kepada Sihon

Kapan

~1406 SM

Memasuki Tanah Perjanjian

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Menunggu jawaban Sihon
Sihon menolak dan menyerang
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

pemimpin Israel, ~120 tahun

S

Kepada

Sihon, raja Hesybon

raja orang Amori yang kuat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דֶּרֶךְ הַמֶּלֶךְ

derekh ha-melekh · jalan raya

jalan raya umum yang lebar

סוּר

sur · menyimpang

berbelok, menyimpang, pergi

שְׂמֹאל

semol · kiri

kiri (arah)

Mereka berjanji untuk tidak menyimpang kanan atau kiri, menunjukkan ketulusan untuk tidak merusak apa pun. Sayangnya, Sihon tidak percaya.

Tahukah kamu

Jalan Raya Kuno

Jalan yang dimaksud mungkin adalah 'Jalan Raja' (King's Highway), rute perdagangan utama yang menghubungkan Mesir dan Mesopotamia.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 2:27

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 2:27

✕  Sering dikira

Menganggap permintaan ini hanya formalitas tanpa makna.

✓  Yang sebenarnya

Permintaan ini menunjukkan sikap hormat dan ingin menghindari konflik.

✕  Sering dikira

Menyangka Israel ingin mengambil keuntungan dari negeri Sihon.

✓  Yang sebenarnya

Mereka bersedia membayar segala sesuatu, menunjukkan niat baik.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 2:27

Ketika kita meminta izin atau melewati 'wilayah' orang lain, baik secara harfiah maupun kiasan, kita harus menghormati batasan dan tidak mengambil hak mereka.

Tuhan, bantu aku untuk selalu menghormati orang lain dan tidak mengambil apa yang bukan hakku. Amin.