Tangan TUHAN Melawan

Ulangan 2:15

Perjalanan Panjang di Padang Belantara

PerikopMusa Menceritakan Apa yang Terjadi di Ar · Ulangan 2:9-23 →
“Tangan TUHAN telah menentang dan menghancurkan mereka sampai mereka semuanya mati dari perkemahan.”

Ulangan 2:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 2:15?

Ayat ini menegaskan bahwa tangan Tuhan melawan generasi yang tidak setia, sehingga mereka binasa dari perkemahan, sebagai penggenapan firman-Nya. Ini menunjukkan kedaulatan Tuhan dalam menghukum dosa.

Latar belakang

Tangan TUHAN Menghancurkan

Musa menjelaskan bahwa tangan TUHAN sendiri yang menentang dan menghancurkan generasi yang tidak setia, sehingga mereka semua mati dari perkemahan. Ini adalah campur tangan ilahi.

Di mana

Sungai Zered

Di tepi Sungai Zered, di padang belantara Moab

Kapan

sekitar 1407 SM

Akhir pengembaraan di padang belantara

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kadesh-Barnea
Perebutan Tanah Perjanjian
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, umur 120 tahun

U

Kepada

Umat Israel

Generasi baru yang akan masuk ke Tanah Perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָד

yad · tangan

tangan, kekuatan, kuasa

הָיָה

hayah · menentang

menjadi, terjadi, ada

בָּהַל

bahal · menghancurkan

mengganggu, menakut-nakuti, membinasakan

Tangan TUHAN adalah gambaran kuasa yang nyata; Ia bertindak untuk memurnikan umat-Nya.

Tahukah kamu

Tangan yang Bertindak

Dalam Alkitab, "tangan TUHAN" sering menunjukkan kuasa aktif Allah, baik untuk menyelamatkan maupun menghukum.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 2:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 2:15

✕  Sering dikira

Mengira Allah kejam tanpa alasan.

✓  Yang sebenarnya

Hukuman adalah akibat ketidakpercayaan, dan Allah tetap setia kepada generasi baru.

✕  Sering dikira

Mengira Allah bertindak langsung secara fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah ungkapan kiasan untuk kuasa dan kedaulatan Allah.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 2:15

Sikap Tuhan terhadap dosa itu serius, tetapi kasih-Nya tetap mengarahkan kita untuk bertobat. Jangan bermain-main dengan ketidaktaatan; hiduplah dalam ketaatan karena kasih, bukan karena takut.

Tuhan, bentuklah hatiku untuk taat kepada-Mu, dan jauhkan aku dari jalan yang membawa kepada kebinasaan. Amin.