Raja dijauhkan dari kesombongan
Ulangan 17:20
Aturan untuk Raja dan Hakim
PerikopCara Memilih Seorang Raja · Ulangan 17:14-20 →“Dengan demikian, dia tidak menjadi tinggi hati terhadap saudara-saudaranya dan agar dia tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Sehingga, dia dan anak-anaknya memerintah kerajaan Israel untuk waktu yang lama.”Ulangan 17:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel."”Ulangan 17:20 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau ia membacanya dengan tekun, ia tak akan menganggap dirinya lebih baik dari orang-orang sebangsanya, dan tak akan melanggar perintah TUHAN dengan cara bagaimanapun. Lalu ia dan keturunannya akan memerintah bangsanya sampai turun-temurun."”Ulangan 17:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dengan demikian, raja tidak menjadi sombong dan menganggap dirinya lebih baik daripada orang-orang sebangsanya, serta tidak akan menyimpang dari hukum-hukum ini. Dengan begitu, dia dan keturunannya boleh tetap memimpin bangsa Israel.””Ulangan 17:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“That his heart be not lifted up above his brethren, and that he turn not aside from the commandment, to the right hand, or to the left: to the end that he may prolong his days in his kingdom, he, and his children, in the midst of Israel.”Ulangan 17:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 17:20?
Ayat ini menjelaskan tujuan dari raja membaca Taurat: agar ia tidak menjadi sombong terhadap sesama dan tidak menyimpang dari perintah Tuhan, sehingga ia dan keturunannya dapat memerintah lama di Israel. Ini menekankan hubungan antara kerendahan hati, ketaatan, dan keberlanjutan kepemimpinan.
Latar belakang
Menjaga Hati Raja
Ayat ini menjelaskan tujuan dari perintah membaca Taurat: agar raja tidak menjadi sombong dan tidak menyimpang dari perintah Tuhan. Ketaatan raja akan menentukan lamanya dinasti mereka memerintah.
Di mana
Dataran Moab
Di seberang sungai Yordan, sebelum masuk ke tanah perjanjian
Kapan
~1405 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, yang menyampaikan hukum Allah
Kepada
Bangsa Israel
Umat pilihan Allah yang sedang bersiap memasuki tanah Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רוּם
rum · tinggi hati
Meninggikan diri sendiri, menjadi sombong atau angkuh.
סוּר
sur · menyimpang
Berpaling dari jalan yang benar, melenceng.
מָלַךְ
malak · memerintah
Bertindak sebagai raja, memegang kekuasaan kerajaan.
Kesombongan (rum) dan penyimpangan (sur) adalah dua bahaya utama bagi seorang pemimpin. Ketaatan yang setia (ditunjukkan dengan memerintah, malak) adalah kunci untuk tetap berada di jalan Tuhan.
Tahukah kamu
Ayat Kunci untuk Kerajaan
Frasa 'di kanan atau di kiri' menunjukkan standar ketaatan yang sempurna, seperti yang juga digunakan untuk Yosua.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 17:20
Ulangan 5:32
Perintah untuk tidak menyimpang
“Maka berhati-hatilah kamu, supaya jangan kamu menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perkataan yang kuperintahkan kepadamu...”
1 Raja-raja 9:4
Ketaatan menentukan kelanjutan kerajaan
“Dan jika engkau hidup di hadapan-Ku seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan jujur...”
Amsal 16:18
Bahaya kesombongan
“Kesombongan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului jatuh.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 17:20
✕ Sering dikira
Kalau raja taat, kerajaannya akan bertahan selamanya secara harfiah.
✓ Yang sebenarnya
Janji ini berbicara tentang kelangsungan dinasti, tetapi tetap bersyarat; secara historis, banyak raja yang tidak taat.
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berlaku untuk raja Israel kuno.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya berlaku untuk semua pemimpin, bahkan kita semua: hindari kesombongan dan tetaplah setia pada firman Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 17:20
Rasa sombong sering membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain dan mengabaikan firman Tuhan. Untuk menjadi pemimpin yang baik—di keluarga, pekerjaan, atau komunitas—kita perlu rendah hati dan taat, agar dampaknya bertahan dan diberkati.
Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari kesombongan dan bantu aku untuk hidup dalam ketaatan, agar hidupku menjadi berkat dan berkesinambungan bagi generasi berikutnya. Amin.