Larangan makan serangga

Ulangan 14:19

Umat yang Kudus dan Aturan Makanan

PerikopMakanan yang Boleh Dimakan Orang Israel · Ulangan 14:3-21 →
“Semua serangga yang bersayap haram bagimu, jangan dimakan.”

Ulangan 14:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ulangan 14:19?

Ayat ini melarang makan serangga bersayap, kecuali jenis belalang yang diizinkan (lihat Imamat 11). Ini adalah bagian dari hukum makanan Israel kuno yang membedakan mereka dari bangsa lain dan mengajarkan kekudusan dalam kehidupan sehari-hari.

Latar belakang

Serangga yang haram

Musa sedang menjelaskan rincian hukum makanan kepada Israel. Setelah daftar burung yang haram, ia menyatakan bahwa semua serangga bersayap tidak boleh dimakan, kecuali jenis burung yang tahir.

Di mana

Dataran Moab

Di perkemahan di seberang Sungai Yordan

Kapan

~1407 SM

Perjalanan di Padang Gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, ~120 tahun, menyampaikan hukum Tuhan

B

Kepada

Bangsa Israel

Umat pilihan Tuhan, sedang bersiap masuk Kanaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שֶׁרֶץ

sherets · serangga

makhluk kecil yang merayap atau beterbangan

כָּנָף

kanaf · bersayap

sayap, bagian tubuh yang memungkinkan terbang

טָמֵא

tame · haram

najis, tidak tahir, tidak layak untuk dikuduskan

Ketiga kata ini menekankan bahwa kekudusan Israel tercermin dalam kepatuhan terhadap batasan Tuhan, bahkan dalam hal makanan yang tampak remeh.

Tahukah kamu

Belalang yang halal?

Meskipun serangga umumnya haram, beberapa jenis belalang diizinkan dalam tradisi Yahudi, dan Yohanes Pembaptis memakannya di padang gurun.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 14:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ulangan 14:19

✕  Sering dikira

Menganggap semua serangga haram tanpa kecuali.

✓  Yang sebenarnya

Ada pengecualian untuk jenis belalang tertentu yang diizinkan.

✕  Sering dikira

Berpikir hukum ini hanya untuk orang Israel kuno.

✓  Yang sebenarnya

Hukum ini menekankan prinsip kekudusan yang masih relevan secara rohani.

Renungan

Renungan Singkat Ulangan 14:19

Meski kita tidak lagi terikat pada hukum makanan ini, prinsipnya tetap relevan: Allah peduli pada apa yang kita konsumsi dan bagaimana kita hidup. Mari kita menjaga tubuh kita sebagai bait Roh Kudus dengan memilih makanan dan gaya hidup yang memuliakan Dia.

Tuhan, ajari aku untuk hidup kudus dalam setiap aspek, termasuk apa yang kumakan dan lakukan, agar hidupku memuliakan-Mu. Amin.