Mempersembahkan Kurban di Atas Mezbah
Ulangan 12:27
Ibadah yang Benar di Tempat Tuhan Pilih
PerikopTempat Menyembah Allah · Ulangan 12:1-32 →“Kamu harus mempersembahkan kurban bakaran, daging dan darah di atas mazbah TUHAN, Allahmu. Darah kurbanmu haruslah dicurahkan ke atas mazbah TUHAN, Allahmu, tetapi kamu boleh memakan dagingnya.”Ulangan 12:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“engkau harus mengolah korban bakaranmu, daging dan darahnya, di atas mezbah TUHAN, Allahmu, dan darah korban sembelihanmu haruslah dicurahkan ke atas mezbah TUHAN, Allahmu, tetapi dagingnya boleh kaumakan.”Ulangan 12:27 · TB
Terjemahan Baru
“Kurban bakaran dan kurban yang dimakan dagingnya harus dipersembahkan di atas mezbah TUHAN Allahmu dan darahnya ditumpahkan ke atas mezbah itu.”Ulangan 12:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Semua kurban yang dibakar habis harus dipersembahkan di mezbah TUHAN Allahmu, baik dagingnya maupun darahnya. Darah kurban harus ditumpahkan di sisi mezbah TUHAN, tetapi ada beberapa jenis kurban yang dagingnya boleh dimakan.”Ulangan 12:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt offer thy burnt offerings, the flesh and the blood, upon the altar of the LORD thy God: and the blood of thy sacrifices shall be poured out upon the altar of the LORD thy God, and thou shalt eat the flesh.”Ulangan 12:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 12:27?
Ayat ini menjelaskan aturan tentang kurban bakaran dan kurban lainnya: darah harus dicurahkan di atas mezbah, sedangkan daging boleh dimakan. Ini menunjukkan bahwa dalam ibadah, ada bagian yang khusus untuk Tuhan (darah) dan bagian yang bisa dinikmati manusia. Darah melambangkan penebusan dan kekudusan.
Latar belakang
Tata Cara Kurban: Darah di Mezbah, Daging Dimakan
Musa menjelaskan prosedur untuk kurban bakaran dan kurban lainnya: darah harus dicurahkan di mezbah, tetapi daging boleh dimakan oleh orang yang mempersembahkan. Ini menunjukkan kekudusan darah sebagai nyawa, dan pada saat yang sama memberi ruang bagi umat untuk bersukacita dalam persekutuan dengan Tuhan.
Di mana
Dataran Moab
Di tepi sungai Yordan, di depan kota Yerikho
Kapan
~1406 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, mantan pangeran Mesir, kini gembala umat
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Tuhan, baru keluar dari Mesir, menuju Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דָּם
dam · darah
darah, lambang nyawa
מִזְבֵּחַ
mizbeach · mezbah
tempat pembakaran kurban, altar
בָּשָׂר
basar · daging
daging, tubuh
Darah adalah nyawa, jadi harus dipersembahkan kepada Tuhan di mezbah, sedangkan daging adalah bagian yang boleh dinikmati umat; ini mengajarkan penghargaan hidup dan sukacita dalam ibadah.
Tahukah kamu
Darah dan Nyawa
Dalam pemikiran Ibrani, darah adalah simbol nyawa (Kejadian 9:4). Itulah mengapa darah tidak boleh dimakan dan harus dikembalikan kepada Tuhan di mezbah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 12:27
Imamat 17:11
Darah mendamaikan
“Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya, dan Aku memberikan darah itu kepadamu untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu”
Ulangan 12:23
Larangan makan darah
“Tetapi pastikanlah bahwa kamu tidak makan darahnya, karena nyawa ada di dalam darahnya”
Ibrani 9:22
Kurban darah
“Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 12:27
✕ Sering dikira
Kurban bakaran berarti seluruh hewan dibakar, tidak ada yang dimakan
✓ Yang sebenarnya
Kurban bakaran (olah) memang dibakar semua, tetapi ini berbicara tentang kurban lain yang darahnya dicurahkan dan dagingnya dimakan oleh pemiliknya.
✕ Sering dikira
Memakan daging kurban adalah hal yang berdosa
✓ Yang sebenarnya
Tuhan sendiri mengizinkan umat-Nya makan daging kurban sebagai bagian dari persekutuan dan sukacita, dengan syarat darah dikembalikan kepada-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 12:27
Dalam hidup kita, ada hal-hal yang harus dikhususkan bagi Tuhan, seperti waktu doa, persepuluhan, dan pelayanan. Jangan mengambil bagian yang kudus untuk kepentingan diri sendiri. Evaluasi apakah kita memberi yang terbaik bagi Tuhan atau hanya sisa-sisa.
Tuhan, ajarkan aku untuk menghormati kekudusan-Mu dalam setiap aspek hidupku, memberikan yang terbaik dan tidak mengambil bagian yang bukan hakku. Amin.