Ulangan 12:15
“Namun, kamu boleh berkurban dan makan daging di gerbangmu dengan sesuka hatimu sesuai dengan berkat TUHAN, Allahmu, yang diberikan-Nya kepadamu. Orang najis dan orang tahir boleh memakannya seperti daging rusa dan kijang.”Ulangan 12:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi engkau boleh menyembelih dan memakan daging sesuka hatimu, sesuai dengan berkat TUHAN, Allahmu, yang diberikan-Nya kepadamu di segala tempatmu. Orang najis ataupun orang tahir boleh memakannya, seperti juga daging kijang atau daging rusa; Ulangan 12.16–20 70”Ulangan 12:15 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kamu bebas untuk memotong ternakmu dan makan dagingnya di mana saja kamu tinggal. Kamu boleh makan sebanyak yang diberikan TUHAN Allahmu kepadamu. Setiap orang, baik yang bersih maupun yang najis, boleh makan daging itu, seperti kamu boleh makan daging kijang atau daging rusa.”Ulangan 12:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Namun demikian, kamu semua bebas memotong dan memakan daging hewan ternakmu di tempat tinggal masing-masing, seberapa pun yang kamu mau, sesuai dengan berkat yang diberikan TUHAN Allahmu. Memakan daging itu sama seperti ketika memakan daging rusa atau daging kijang. Semua orang boleh memakannya, baik dalam keadaan najis maupun tidak.”Ulangan 12:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Notwithstanding thou mayest kill and eat flesh in all thy gates, whatsoever thy soul lusteth after, according to the blessing of the LORD thy God which he hath given thee: the unclean and the clean may eat thereof, as of the roebuck, and as of the hart.”Ulangan 12:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 12:15?
Ayat ini memberi kelonggaran untuk menyembelih hewan dan memakan daging di kota-kota mereka, tanpa harus membawanya ke tempat kudus. Ini berlaku untuk hewan yang tidak dijadikan kurban, seperti daging rusa atau kijang, dan boleh dimakan oleh orang najis maupun tahir.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 12:15
Tuhan memberi kita kebebasan dalam hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan ibadah. Kita boleh menikmati berkat Tuhan dalam hidup sehari-hari dengan sukacita, tanpa harus merasa bersalah. Namun, ingat batasan-Nya—jangan menyalahgunakan kebebasan itu.
Terima kasih Tuhan atas segala berkat dan kebebasan yang Kau berikan. Tolong aku menggunakannya dengan bijak. Amin.