Kebebasan Makan Daging di Negeri Baru
Ulangan 12:20
Aturan Beribadah di Tempat yang Benar
PerikopTempat Menyembah Allah · Ulangan 12:1-32 →“Ketika TUHAN, Allahmu, meluaskan negerimu seperti yang Dia janjikan kepadamu dan kamu mengatakan, “Aku akan makan daging”. Karena jiwamu ingin makan daging, kamu boleh makan daging sesuka hatimu.”Ulangan 12:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila TUHAN, Allahmu, telah meluaskan daerahmu nanti, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu dan engkau Ulangan 12.21–25 71 berpikir: Aku mau makan daging, karena engkau ingin makan daging, maka bolehlah engkau makan daging sesuka hatimu.”Ulangan 12:20 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah TUHAN Allahmu memperluas batas-batas negerimu seperti yang dijanjikan-Nya, kamu boleh makan daging sesuka hatimu.”Ulangan 12:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Sesudah TUHAN Allahmu memperluas daerah kalian seperti yang Dia janjikan, sehingga tempat yang Dia pilih sebagai tempat penyembahan kepada-Nya terlalu jauh dari rumahmu, maka ketika kamu ingin makan daging, kamu boleh memotong ternakmu dan memakannya di kotamu masing-masing. Jadi, seperti yang sudah saya perintahkan, kalian dapat makan daging sesuka hati.”Ulangan 12:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When the LORD thy God shall enlarge thy border, as he hath promised thee, and thou shalt say, I will eat flesh, because thy soul longeth to eat flesh; thou mayest eat flesh, whatsoever thy soul lusteth after.”Ulangan 12:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 12:20?
Ayat ini memberi izin kepada orang Israel untuk makan daging sesuka hati mereka di mana pun mereka tinggal, setelah Tuhan meluaskan wilayah mereka. Ini menunjukkan bahwa berkat Tuhan memberikan kebebasan dan kelimpahan, tetapi tetap dalam batas-batas yang ditetapkan-Nya.
Latar belakang
Janji Keluasan Negeri dan Keinginan Makan Daging
Musa berbicara tentang masa depan ketika Israel menetap di Kanaan. Tuhan akan meluaskan wilayah mereka, dan mereka akan bebas makan daging sesuai keinginan, bukan hanya di tempat kudus.
Di mana
Dataran Moab
Di seberang Sungai Yordan, sebelum masuk Kanaan
Kapan
~1406 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, yang menyampaikan hukum Tuhan sebelum masuk Kanaan
Kepada
Orang Israel
Generasi baru yang akan memasuki Tanah Perjanjian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ירחיב
yarhiv · meluaskan
memperlebar, memperbesar batas wilayah
נפשך
nafshekha · jiwamu
keinginan kuat, hasrat, selera
אכל
akhal · makan
memakan, mengonsumsi, menikmati hidangan
Kata 'nafshekha' menunjukkan hasrat yang dalam. Tuhan memberi izin untuk menikmati makanan, tetapi tetap dalam batas-batas yang ditetapkan-Nya, menunjukkan keseimbangan antara kebebasan dan ketaatan.
Tahukah kamu
Daging Mewah di Padang Gurun
Di padang gurun, Israel makan manna dan burung puyuh; daging hewan ternak jarang karena harus dipersembahkan di kemah suci. Di Kanaan, mereka bisa menikmati daging lebih bebas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 12:20
Ulangan 12:15
izin sebelumnya
“Namun, kamu boleh berkurban dan makan daging di gerbangmu dengan sesuka hatimu sesuai dengan berkat TUHAN, Allahmu.”
Kejadian 9:3
izin makan daging
“Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu; semuanya itu Kuberikan kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.”
1 Timotius 4:4
syukur dalam makan
“Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 12:20
✕ Sering dikira
Mengira ayat ini mengizinkan makan daging sembarangan tanpa batasan sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Ayat 23-24 tetap melarang makan darah; ada batasan yang harus diikuti.
✕ Sering dikira
Menganggap Tuhan tidak peduli tentang detail kehidupan sehari-hari seperti makanan.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan memberikan aturan spesifik tentang makanan untuk mengajarkan kekudusan dan ketaatan.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 12:20
Ketika Tuhan memberkati kita dengan kelimpahan, kita mungkin tergoda untuk menikmati segala sesuatu tanpa batas. Namun, kebebasan yang diberikan Tuhan selalu disertai tanggung jawab untuk hidup dalam ketaatan dan syukur.
Tuhan, terima kasih atas kelimpahan yang Engkau berikan. Ajarlah saya untuk menikmati berkat-Mu dengan bijaksana dan selalu bersyukur. Amin.