Musa Membuat Tabut dan Loh Baru
Ulangan 10:3
Perjanjian dan Panggilan untuk Taat
“Aku pun membuat sebuah tabut dari kayu akasia. Aku memahat dua loh batu seperti dua batu yang sebelumnya. Kemudian, aku naik ke gunung dengan dua loh batu di tanganku.”Ulangan 10:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka aku membuat sebuah tabut dari kayu penaga dan memahat dua loh batu yang serupa dengan yang mula-mula; Ulangan 10.4–8 57 kemudian aku mendaki gunung dengan kedua loh itu di tanganku.”Ulangan 10:3 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu saya membuat peti dari kayu akasia dan memahat dua batu seperti yang dahulu dan membawanya ke atas gunung.”Ulangan 10:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Maka saya membuat peti dari kayu pohon akasia dan memahat dua lempengan batu menjadi seperti dua lempengan batu yang pertama, lalu naik ke atas gunung membawa kedua lempengan itu.”Ulangan 10:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I made an ark of shittim wood, and hewed two tables of stone like unto the first, and went up into the mount, having the two tables in mine hand.”Ulangan 10:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 10:3?
Musa membuat tabut dari kayu akasia dan memahat dua loh batu baru, lalu naik ke gunung membawa loh tersebut. Ini menunjukkan kerja sama antara tindakan manusia dan anugerah Tuhan dalam proses pemulihan.
Latar belakang
Musa Bertindak Sesuai Perintah
Musa melakukan tepat seperti yang diperintahkan: membuat tabut dari kayu akasia dan memahat dua loh batu yang baru. Ia kemudian naik ke gunung dengan membawa loh-loh itu, menunjukkan ketaatannya kepada Allah.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, saat Musa mempersiapkan diri
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, taat pada perintah Allah
Kepada
Orang Israel
Umat yang menyaksikan tindakan Musa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָרוֹן
aron · tabut
peti atau kotak kudus
שִׁטָּה
shittah · akasia
pohon akasia, kayu yang kuat dan tahan lama
פָּסַל
pasal · memahat
mengukir atau memotong batu
Kombinasi 'aron' (peti kudus), 'shittah' (kayu kuat), dan 'pasal' (memahat) menunjukkan bahwa peralatan ibadah dibuat dengan bahan terbaik dan kerja keras, melambangkan pengorbanan dan keseriusan dalam beribadah.
Tahukah kamu
Kayu Akasia
Kayu akasia sangat keras dan tahan lama, sering digunakan untuk membuat perabot di Mesir kuno. Pemilihan kayu ini menunjukkan kualitas yang baik untuk benda kudus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 10:3
Keluaran 37:1
Tabut dibuat
“Bezaleel membuat tabut itu dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya, dan satu setengah hasta tingginya.”
Ulangan 10:1
Perintah diulang
“Pada waktu itu TUHAN berfirman kepadaku: "Pahatlah dua loh batu yang serupa dengan yang dahulu, dan naiklah kepada-Ku ke atas gunung, dan buatlah sebuah tabut kayu.”
Ibrani 9:4
Tabut dalam kemah
“yang mempunyai mezbah pembakaran ukupan dari emas dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalamnya terdapat bejana emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas, dan loh-loh perjanjian.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 10:3
✕ Sering dikira
Ada yang mengira tabut dibuat oleh pengrajin ahli, bukan Musa sendiri.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun tabut kemudian dibuat oleh Bezaleel, dalam ayat ini Musa yang membuatnya secara pribadi.
✕ Sering dikira
Sebagian berpikir loh batu yang baru tidak perlu dibuat karena yang lama sudah pecah.
✓ Yang sebenarnya
Allah memerintahkan membuat loh baru sebagai tanda pembaruan perjanjian, bukan sekadar pengganti.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 10:3
Kita perlu melakukan bagian kita dengan setia, seperti Musa membuat tabut dan memahat batu, sementara Tuhan melakukan bagian-Nya dengan menuliskan firman. Jangan malas untuk berusaha.
Tuhan, berikan saya kemauan dan kekuatan untuk melakukan bagian saya dalam mengikuti-Mu. Amin.