Rencana Pengintaian
Ulangan 1:22
Musa Mengenang Perjalanan
PerikopPengintai Pergi ke Kanaan · Ulangan 1:19-33 →“Lalu kamu datang kepadaku dan berkata, ‘Biarlah kita menyuruh beberapa orang menyelidiki negeri itu terlebih dahulu. Mereka dapat menyelidiki negeri itu lalu kembali dan memberitahukan jalan yang akan kita tempuh dan kota-kota yang akan kita datangi.’”Ulangan 1:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu kamu sekalian mendekati aku dan berkata: Marilah kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk menyelidiki negeri itu bagi kita dan membawa kabar kepada kita tentang jalan yang akan kita lalui, dan tentang kota-kota yang akan kita datangi.”Ulangan 1:22 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kamu datang kepada saya dan berkata, 'Lebih baik kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk menyelidiki negeri itu supaya mereka dapat mengatakan kepada kita jalan mana yang harus kita lalui dan bagaimana kota-kota yang akan kita datangi.'”Ulangan 1:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Namun, kalian semua datang kepada saya dan mengusulkan, ‘Biarlah kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk mengintai negeri itu, lalu melaporkan kepada kita tentang keadaan kota-kota di sana dan strategi yang diperlukan agar bisa menerobos ke dalamnya.’”Ulangan 1:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And ye came near unto me every one of you, and said, We will send men before us, and they shall search us out the land, and bring us word again by what way we must go up, and into what cities we shall come.”Ulangan 1:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 1:22?
Umat Israel mengusulkan kepada Musa untuk mengirim pengintai terlebih dahulu untuk menyelidiki negeri itu dan membawa laporan tentang jalan dan kota-kotanya. Ini menunjukkan inisiatif manusia dalam mencari informasi sebelum bertindak.
Latar belakang
Usulan Rakyat
Setelah tiba di Kadesh-Barnea, Musa mendorong umat untuk memasuki negeri yang dijanjikan. Namun, orang-orang datang kepada Musa dan mengusulkan untuk mengirim mata-mata terlebih dahulu agar tahu jalan dan kota-kota yang akan mereka hadapi.
Di mana
Kadesh-Barnea
Di padang gurun Paran, di perbatasan tanah perjanjian.
Kapan
~1440 SM
Pengembaraan di Padang Gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, telah memimpin umat keluar dari Mesir. Saat itu sudah tua.
Kepada
Umat Israel
Generasi yang keluar dari Mesir, berdiri di perbatasan Kanaan, siap masuk.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חקרו
chakeru · menyelidiki
Untuk menjelajahi, menyelidiki secara mendalam
ארץ
eretz · negeri
Tanah, wilayah
דרך
derekh · jalan
Jalan, cara, kebiasaan
Kata-kata ini menunjukkan adanya keinginan manusia untuk merencanakan dan mengendalikan, tetapi juga ada ketegangan dengan pimpinan Tuhan. Mereka ingin tahu jalan yang akan ditempuh, tetapi lupa bahwa Tuhanlah yang menunjukkan jalan.
Tahukah kamu
Usulan yang Dikabulkan?
Menariknya, usulan ini awalnya datang dari rakyat, bukan dari Allah. Musa menganggapnya baik, dan Allah mengizinkannya, meskipun kemudian berujung pada bencana karena laporan negatif para pengintai.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 1:22
Bilangan 13:2
Perintah ilahi
“TUHAN berfirman kepada Musa: 'Suruhlah orang-orang untuk mengintai tanah Kanaan...'”
Ulangan 1:8
Janji kepemilikan
“Lihatlah, Aku memberikan negeri ini kepadamu; pergilah, milikilah negeri yang dijanjikan TUHAN...”
Amsal 16:9
Rencana vs Tuhan
“Hati manusia memikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 1:22
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa usulan pengintaian adalah inisiatif yang salah sejak awal.
✓ Yang sebenarnya
Musa dan Allah menyetujuinya; masalahnya bukan pada pengintaian itu sendiri, melainkan pada ketidakpercayaan yang muncul setelahnya.
✕ Sering dikira
Mengira bahwa Kadesh-Barnea adalah tempat yang aman dan nyaman.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah padang gurun yang keras, dan umat ada di ambang memasuki negeri baru yang penuh tantangan.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 1:22
Merencanakan dan meminta petunjuk Tuhan sebelum melangkah adalah bijaksana. Meskipun kita tahu Tuhan telah berjanji, kita tetap perlu berhikmat dalam mengambil keputusan, dan selalu berdoa meminta bimbingan-Nya.
Bapa, ajarilah aku untuk selalu mencari petunjuk-Mu sebelum mengambil langkah, dan berikan hikmat dalam setiap rencanaku. Amin.