Pertemuan di Pintu Gerbang
Rut 4:1
Boas Menebus Rut
PerikopBoas dan Keluarga yang Lain · Rut 4:1-17 →“Boas pergi ke pintu gerbang kota, lalu duduk di sana. Lihat, penebus yang dikatakan Boas itu lewat. Karena itu, Boas berkata, “Singgahlah, Saudaraku. Duduklah di sini.” Karena itu, dia singgah dan duduk.”Rut 4:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, Rut 4.2–5 14 datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk.”Rut 4:1 · TB
Terjemahan Baru
“Boas pergi ke tempat pertemuan di pintu gerbang kota. Setelah ia duduk di sana lewatlah orang laki-laki yang menurut Boas adalah keluarga Elimelekh yang terdekat. Lalu Boas memanggil dia, "Saudaraku, marilah duduk di sini!" Orang itu datang, lalu duduk.”Rut 4:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada pagi itu Boas pergi menuju tempat pertemuan di pintu gerbang desa. Kemudian lewatlah laki-laki yang Boas ceritakan kepada Rut— yaitu dia yang memiliki hubungan terdekat kepada suami Rut. Kata Boas kepadanya, “Saudaraku, mari duduk.” Maka orang itu berbalik dan duduk bersamanya.”Rut 4:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then went Boaz up to the gate, and sat him down there: and, behold, the kinsman of whom Boaz spake came by; unto whom he said, Ho, such a one! turn aside, sit down here. And he turned aside, and sat down.”Rut 4:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Rut 4:1?
Boas pergi ke pintu gerbang kota, tempat di mana urusan hukum dan bisnis diselesaikan, dan duduk di sana. Dia menunggu penebus yang dimaksud, yaitu kerabat yang lebih dekat dengan Elimelekh, untuk lewat. Ketika penebus itu lewat, Boas memanggilnya dan memintanya untuk duduk, menunjukkan bahwa dia ingin membicarakan sesuatu yang penting.
Latar belakang
Boas Mengambil Inisiatif
Boas pergi ke pintu gerbang, tempat pertemuan dan pengadilan, untuk menunggu penebus yang lebih dekat hubungannya dengan keluarga Elimelekh. Ketika penebus itu lewat, Boas mengundangnya untuk duduk dan memulai negosiasi.
Di mana
Betlehem
Pintu gerbang kota, pusat aktivitas hukum dan sosial
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis/Kitab Rut
Narator kitab, kemungkinan bernama Samuel
Kepada
Pembaca Israel
Komunitas iman yang mengenal hukum dan adat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גֹּאֵל
go'el · penebus
kerabat yang bertanggung jawab untuk membeli kembali properti atau membela keluarga
שַׁעַר
sha'ar · pintu gerbang
gerbang kota, tempat umum untuk urusan hukum dan sosial
יָשַׁב
yashav · duduk
duduk, tinggal, atau berdiam
Menjadi 'penebus' (go'el) adalah panggilan suci untuk memulihkan keluarga, dan tindakan duduk di gerbang menunjukkan keseriusan Boas dalam menjalankan tanggung jawab itu secara legal dan publik.
Tahukah kamu
Pintu Gerbang Sebagai Pengadilan
Di zaman Alkitab, pintu gerbang kota bukan hanya jalan masuk, melainkan juga tempat para tua-tua duduk untuk mengadili perkara dan menyaksikan transaksi, seperti pengadilan terbuka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Rut 4:1
Imamat 25:25
Hukum penebusan
“Jika saudaramu jatuh miskin dan menjual sebagian miliknya, maka seorang kerabatnya yang berhak menebus harus datang dan menebus yang dijual saudaranya itu.”
Ulangan 25:5-10
Kawin ipar
“Jika saudara laki-laki mati dan meninggalkan istri tetapi tidak punya anak, maka saudaranya harus mengambil dia menjadi istrinya.”
Rut 3:12
Menyebut penebus
“Memang ada seorang penebus yang lebih dekat daripada aku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Rut 4:1
✕ Sering dikira
Boas asal-asalan bertemu penebus di gerbang.
✓ Yang sebenarnya
Boas sengaja menunggu di gerbang, tempat yang tepat untuk transaksi hukum, menunjukkan niat dan persiapannya.
✕ Sering dikira
penebus di sini hanya membeli tanah, bukan kaitannya dengan pernikahan.
✓ Yang sebenarnya
Hukum penebusan mencakup tanggung jawab untuk meneruskan nama keluarga, yang terkait dengan pernikahan dengan janda.
Renungan
Renungan Singkat Rut 4:1
Dalam hidup kita, ada saatnya kita perlu mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah atau menepati janji. Boas tidak menunggu secara pasif, tetapi dia pergi ke tempat yang tepat dan memulai percakapan. Kita pun bisa belajar untuk proaktif dalam hal yang benar.
Tuhan, ajari aku untuk berani mengambil langkah pertama dalam melakukan kehendak-Mu, seperti Boas yang berinisiatif untuk menebus Rut. Amin.