Rut 4:1
“Boas pergi ke pintu gerbang kota, lalu duduk di sana. Lihat, penebus yang dikatakan Boas itu lewat. Karena itu, Boas berkata, “Singgahlah, Saudaraku. Duduklah di sini.” Karena itu, dia singgah dan duduk.”Rut 4:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, Rut 4.2–5 14 datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk.”Rut 4:1 · TB
Terjemahan Baru
“Boas pergi ke tempat pertemuan di pintu gerbang kota. Setelah ia duduk di sana lewatlah orang laki-laki yang menurut Boas adalah keluarga Elimelekh yang terdekat. Lalu Boas memanggil dia, "Saudaraku, marilah duduk di sini!" Orang itu datang, lalu duduk.”Rut 4:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada pagi itu Boas pergi menuju tempat pertemuan di pintu gerbang desa. Kemudian lewatlah laki-laki yang Boas ceritakan kepada Rut— yaitu dia yang memiliki hubungan terdekat kepada suami Rut. Kata Boas kepadanya, “Saudaraku, mari duduk.” Maka orang itu berbalik dan duduk bersamanya.”Rut 4:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then went Boaz up to the gate, and sat him down there: and, behold, the kinsman of whom Boaz spake came by; unto whom he said, Ho, such a one! turn aside, sit down here. And he turned aside, and sat down.”Rut 4:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Rut 4:1?
Boas pergi ke pintu gerbang kota, tempat di mana urusan hukum dan bisnis diselesaikan, dan duduk di sana. Dia menunggu penebus yang dimaksud, yaitu kerabat yang lebih dekat dengan Elimelekh, untuk lewat. Ketika penebus itu lewat, Boas memanggilnya dan memintanya untuk duduk, menunjukkan bahwa dia ingin membicarakan sesuatu yang penting.
Renungan
Renungan Singkat Rut 4:1
Dalam hidup kita, ada saatnya kita perlu mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah atau menepati janji. Boas tidak menunggu secara pasif, tetapi dia pergi ke tempat yang tepat dan memulai percakapan. Kita pun bisa belajar untuk proaktif dalam hal yang benar.
Tuhan, ajari aku untuk berani mengambil langkah pertama dalam melakukan kehendak-Mu, seperti Boas yang berinisiatif untuk menebus Rut. Amin.