Kematian Kedua Putra

Rut 1:5

Kesetiaan di Tengah Kepahitan

Kemudian, Mahlon dan Kilyon, dua-duanya juga mati dan perempuan itu ditinggalkan oleh kedua anaknya laki-laki dan suaminya.

Rut 1:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Rut 1:5?

Mahlon dan Kilyon juga mati, sehingga Naomi kehilangan suami dan kedua anaknya, hidup tanpa perlindungan laki-laki di zaman kuno. Ini menunjukkan penderitaan yang luar biasa dan membuat Naomi merasa kosong dan pahit.

Latar belakang

Naomi Kehilangan Semua

Kedua putra Naomi, Mahlon dan Kilyon, mati juga setelah sepuluh tahun di Moab. Naomi kini sendirian tanpa suami dan anak, hanya menantu yang tersisa.

Di mana

Moab

Wilayah Moab, tempat tinggal keluarga Naomi

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Perkawinan di Moab
Naomi kembali ke Betlehem
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Rut

Sejarawan Israel, ~1000 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Tuhan yang mengenal sejarah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מֵתוּ

metu · mati

mereka mati

שָׁאַר

sha'ar · ditinggalkan

tertinggal, tersisa

יְלָדֶיהָ

yeladeha · anak-anaknya laki-laki

anak-anaknya (laki-laki)

Kata 'ditinggalkan' (sha'ar) menekankan kesendirian total; Naomi 'tersisa' tanpa pelindung, tapi juga 'sisa' yang menjadi benih pengharapan.

Tahukah kamu

Nama yang Berarti Sakit

Nama Mahlon berarti 'sakit' dan Kilyon berarti 'penghabisan'—mungkin mencerminkan penderitaan keluarga itu.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Rut 1:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Rut 1:5

✕  Sering dikira

Menganggap kematian ini sebagai hukuman langsung atas dosa Naomi atau anak-anaknya.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab tidak menjelaskan sebabnya; fokusnya pada penderitaan dan pemeliharaan Tuhan.

✕  Sering dikira

Menyimpulkan Naomi tidak beriman karena tidak mengeluh kepada Tuhan di sini.

✓  Yang sebenarnya

Teks menunjukkan kesedihan yang wajar, bukan kurang percaya.

Renungan

Renungan Singkat Rut 1:5

Kehilangan bertubi-tubi bisa membuat iman goyah. Saat hidup terasa pahit, kita bisa jujur kepada Tuhan tentang rasa sakit kita, karena Dia peduli.

Ya Allah, dalam kehilanganku, tariklah aku lebih dekat kepada-Mu, dan pulihkan hatiku yang hancur.