Bahasa sehari-hari karena kita terbatas
Roma 6:19
Serahkan dirimu pada pengudusan, bukan kenajisan
“Aku berbicara menggunakan istilah manusia karena keterbatasan alamimu. Sebab, sama seperti dahulu kamu menyerahkan anggota-anggotamu sebagai budak kenajisan dan kejahatan yang membuat kejahatan yang lebih buruk lagi, sekarang serahkanlah anggota-anggotamu sebagai budak kebenaran kepada pengudusan.”Roma 6:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.”Roma 6:19 · TB
Terjemahan Baru
“Karena daya tangkapmu begitu lemah, saya memakai contoh-contoh perhambaan supaya lebih mudah kalian mengerti. Dahulu kalian menyerahkan dirimu seluruhnya sebagai hamba bagi hal-hal yang kotor dan yang jahat untuk maksud-maksud yang jahat. Begitu juga sekarang, hendaklah kalian menyerahkan diri seluruhnya sebagai hamba bagi kehendak Allah untuk maksud-maksud Allah yang khusus.”Roma 6:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Contoh-contoh tadi hanyalah perbandingan sederhana untuk menggambarkan suatu keadaan rohani, sebab kita, sebagai manusia yang punya banyak kelemahan, sulit mengerti prinsip-prinsip rohani ini. Dahulu, kamu semua memberikan anggota tubuhmu menjadi budak dosa dan kejahatan, sehingga kamu hidup hanya untuk berbuat jahat. Namun, sekarang kamu harus memberi diri menjadi hamba Allah yang selalu berusaha berbuat benar sesuai kemauan-Nya. Sekarang hidupmu hanyalah bagi Allah.”Roma 6:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“I speak after the manner of men because of the infirmity of your flesh: for as ye have yielded your members servants to uncleanness and to iniquity unto iniquity; even so now yield your members servants to righteousness unto holiness.”Roma 6:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Roma 6:19?
Paulus memakai analogi perbudakan untuk menjelaskan ketaatan. Seperti budak yang menyerahkan diri kepada tuannya, kita bisa memilih untuk menjadi budak dosa atau budak kebenaran. Sekarang, karena kasih karunia, kita dipanggil untuk menyerahkan seluruh diri kita kepada kebenaran, yang membawa kita pada pengudusan dan hidup kudus.
Latar belakang
Paulus minta maaf dulu
Paulus mengakui kiasan 'budak' ini sederhana, dipakai karena keterbatasan kita memahami hal rohani. Lalu ia membandingkan: dulu mereka menyerahkan diri pada kenajisan yang makin parah; kini saatnya menyerahkan diri pada kebenaran yang menuju pengudusan.
Di mana
Korintus
Didikte di Korintus, kota dengan reputasi kebebasan moral
Kapan
~57 M
Penerapan: serahkan diri ke pengudusan
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang dulu memburu orang Kristen, lalu balik arah total
Kepada
Jemaat di Roma
Campuran orang Yahudi dan non-Yahudi di ibu kota kekaisaran
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀνθρώπινον
anthrōpinon · human terms
cara manusia, bahasa sehari-hari yang sederhana
ἀκαθαρσίᾳ
akatharsia · impurity
kenajisan, kotoran moral
ἁγιασμόν
hagiasmon · sanctification
pengudusan, proses dijadikan kudus
Dua arah berlawanan: kenajisan menyeret makin dalam, sementara penyerahan pada kebenaran membawa pada pengudusan yang bertumbuh.
Tahukah kamu
Dosa cenderung makin parah
Paulus menyoroti pola yang nyata: kenajisan dulu mengarah ke 'kejahatan yang lebih buruk lagi' — dosa jarang berhenti, ia menambah selera. Tapi pengudusan juga punya arah, ke kebenaran yang bertumbuh.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Roma 6:19
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Roma 6:19
✕ Sering dikira
"Pengudusan terjadi otomatis tanpa peran kita."
✓ Yang sebenarnya
Paulus menyuruh aktif 'menyerahkan' anggota tubuh ke arah kebenaran.
✕ Sering dikira
"Bahasa perbudakan ini gambaran yang sempurna."
✓ Yang sebenarnya
Paulus sendiri mengakui ini kiasan sederhana karena keterbatasan kita.
Renungan
Renungan Singkat Roma 6:19
Apa yang kamu layani hari ini? Setiap pilihan, dari yang kecil sampai besar, adalah cara kita menyerahkan anggota tubuh kita. Coba perhatikan: apa yang paling sering kamu pikirkan, katakan, atau lakukan tanpa sadar? Itulah tuanmu.
Tuhan, ajar kami menyerahkan seluruh hidup kami kepada kebenaran-Mu, bukan kepada keinginan dosa. Amin.