Hati yang Penuh Kejahatan
Pengkhotbah 9:3
Menghadapi Ketidakpastian Hidup
“Inilah kemalangan di antara segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari, bahwa nasib yang sama berlaku atas segala sesuatu. Lagi pula, hati anak-anak manusia penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam batinnya selama mereka hidup, lalu mereka menuju kematian.”Pengkhotbah 9:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.”Pengkhotbah 9:3 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi, nasib yang sama juga menimpa mereka semua. Dan itu suatu hal yang menyedihkan sebagaimana juga segala kejadian di dunia. Selama hidupnya hati manusia penuh kejahatan, dan pikirannya pun penuh kebodohan. Lalu tiba-tiba ia menemui ajalnya.”Pengkhotbah 9:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Hal ini memang tidak adil dan sangat menyedihkan: Nasib yang sama menimpa setiap orang! Selama hidup di dunia ini, hati dan pikiran manusia penuh dengan kejahatan dan kebebalan, bahkan sampai mereka mati.”Pengkhotbah 9:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“This is an evil among all things that are done under the sun, that there is one event unto all: yea, also the heart of the sons of men is full of evil, and madness is in their heart while they live, and after that they go to the dead.”Pengkhotbah 9:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 9:3?
Ini adalah kejahatan terbesar di dunia: semua orang mendapat nasib yang sama. Selama hidup, hati manusia penuh kejahatan dan kebodohan, dan akhirnya mereka mati. Ini menunjukkan betapa sia-sianya hidup tanpa Allah.
Latar belakang
Kemalangan yang Menyelimuti
Pengkhotbah menyatakan bahwa semua orang mengalami nasib yang sama, dan inilah kemalangan. Ia mengamati bahwa hati manusia penuh dengan kejahatan dan kebebalan selama hidup, dan kemudian mereka mati.
Di mana
Yerusalem
Ruang belajar · merenung
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Bijak, jujur, merenungkan hidup
Kepada
Pembaca
Mencari makna di tengah kesia-siaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָעָה
ra'ah · kemalangan
kejahatan atau penderitaan; di sini berarti hal yang menyedihkan
לֵב
lev · hati
pusat pikiran, kehendak, dan emosi
הוֹלֵלוֹת
holelot · kebebalan
kegilaan atau kebodohan, sering terkait dengan perilaku tidak bermoral
Akar kata 'ra'ah' (kemalangan/kejahatan) dan 'holelot' (kebebalan) menunjukkan bahwa kondisi manusia bukan hanya tragis tetapi juga melibatkan tanggung jawab moral.
Tahukah kamu
Kata 'Kebebalan'
Dalam bahasa Ibrani, 'kebebalan' (holelot) terkait dengan akar kata yang berarti 'gila' atau 'bodoh', menunjukkan kegilaan moral, bukan sekadar kurang cerdas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 9:3
Kejadian 6:5
kecenderungan hati jahat
“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.”
Yeremia 17:9
hati yang bobrok
“Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, dan sudah bobrok; siapakah yang dapat mengetahuinya?”
Roma 3:23
semua manusia berdosa
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 9:3
✕ Sering dikira
Semua manusia pada dasarnya jahat dan tidak ada harapan.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini realistis tentang dosa, tetapi bukan tanpa harapan; justru mendorong kita bersyukur kepada Allah.
✕ Sering dikira
Kematian adalah akhir segalanya, jadi hidup tidak berarti.
✓ Yang sebenarnya
Pengkhotbah mengakui kematian, tetapi tetap mengajak menikmati hidup sebagai anugerah Allah.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 9:3
Kita mungkin melihat ketidakadilan dan berpikir, 'Untuk apa hidup benar?' Namun, tanpa Allah, semua memang sia-sia. Biarlah kesadaran ini membuat kita mencari makna sejati dalam hubungan dengan-Nya.
Tuhan, kenyataan bahwa semua orang mati membuatku sadar akan sia-sianya hidup tanpa Engkau; pimpinlah aku selalu. Amin.