Jangan Tergesa Meninggalkan Raja

Pengkhotbah 8:3

Hikmat di Hadapan Kuasa

Jangan terburu-buru pergi dari hadapan raja. Jangan bertahan dalam suatu kejahatan karena raja akan melakukan apa saja yang disukainya.”

Pengkhotbah 8:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 8:3?

Jangan tergesa-gesa meninggalkan hadapan raja dan jangan bertahan dalam kejahatan. Raja memiliki kuasa, jadi lebih baik bersikap hati-hati dan tidak memicu kemarahan penguasa.

Latar belakang

Bersikap Bijak di Hadapan Raja

Pengkhotbah melanjutkan nasihatnya: jangan terburu-buru meninggalkan hadapan raja, dan jangan bersikeras dalam kejahatan, karena raja berkuasa untuk bertindak sesuai keinginannya. Ini adalah kebijaksanaan politik dan sosial.

Di mana

Yerusalem

Di ruang istana

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Sage yang merenungkan makna hidup, ~950 SM

P

Kepada

Pembaca/komunitas Israel

Orang-orang yang melayani di istana atau dekat dengan raja

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בָּהַל

bahal · terburu-buru

Tergesa-gesa, panik, atau bertindak tanpa berpikir

יָלַךְ

yalakh · pergi

Berjalan, pergi, atau meninggalkan tempat

רָעָה

ra'ah · kejahatan

Kejahatan, keburukan, atau hal yang jahat

Ketergesa-gesaan (bahal) dalam meninggalkan (yalakh) kehadiran raja dapat membuat seseorang terlihat bersalah atau tidak setia; dan bertahan dalam kejahatan (ra'ah) hanya memperburuk keadaan.

Tahukah kamu

Istilah 'Pergi dari Hadapan Raja'

Dalam bahasa Ibrani, 'pergi dari hadapan' bisa berarti 'meninggalkan jabatan' atau 'mengundurkan diri', yang mungkin terjadi karena ketidaksetujuan atau kemarahan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 8:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 8:3

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti kita tidak boleh pernah protes atau keluar dari pekerjaan.

✓  Yang sebenarnya

Ini tentang bersikap bijak dalam situasi, bukan larangan mutlak untuk mengundurkan diri.

✕  Sering dikira

Bertahan dalam kejahatan berarti bertahan dalam dosa, padahal konteksnya mungkin kejahatan politik.

✓  Yang sebenarnya

Bisa berarti bertahan dalam tindakan yang membuat raja tidak senang, bukan dosa moral saja.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 8:3

Dalam interaksi dengan orang yang berwenang, bersikaplah sabar dan penuh hormat. Jangan cepat mengambil keputusan emosional yang bisa merugikanmu.

Tuhan, berikan aku kesabaran dan kewaspadaan dalam berinteraksi dengan mereka yang berkuasa, agar aku tidak bertindak gegabah. Amin.