Menikmati hari baik dan merenungi hari buruk
Pengkhotbah 7:14
Sikap Bijak di Tengah Pasang Surut Hidup
“Pada hari yang baik, bergembiralah. Namun, pada hari yang malang, pandanglah bahwa Allah telah menjadikan yang satu seperti yang lainnya. Karena itu, tidak ada seorang pun yang sanggup mengetahui apa pun yang akan terjadi sesudah dia.”Pengkhotbah 7:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.”Pengkhotbah 7:14 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi, bergembiralah jika engkau sedang mujur. Tetapi kalau engkau ditimpa bencana, jangan lupa bahwa Allah memberikan kedua-duanya. Kita tak tahu apa yang terjadi selanjutnya.”Pengkhotbah 7:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika hidupmu senang, bergembiralah. Tetapi ketika hidupmu mengalami kesusahan, ingatlah bahwa Allah yang memberikan kesenangan dan kesusahan. Allah sudah mengatur semuanya sehingga tidak seorang pun bisa tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang dalam hidupnya.”Pengkhotbah 7:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“In the day of prosperity be joyful, but in the day of adversity consider: God also hath set the one over against the other, to the end that man should find nothing after him.”Pengkhotbah 7:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 7:14?
Ayat ini mengajarkan agar kita menikmati hari baik dan waspada pada hari buruk, karena keduanya datang dari Allah. Kita tidak bisa meramal masa depan, jadi jalani hari ini dengan syukur dan kesadaran bahwa hidup adalah anugerah.
Latar belakang
Nasihat tentang hari baik dan hari buruk
Pengkhotbah menasihati agar kita menikmati hari baik sebagai anugerah Allah, tetapi juga menyadari bahwa hari buruk adalah bagian dari rancangan-Nya. Kedua-duanya datang dari Allah, dan kita tidak bisa memprediksi masa depan kita.
Di mana
Yerusalem
Di tengah rutinitas sehari-hari, mungkin di pasar atau rumah
Kapan
~950 SM
Zaman keemasan Israel
Yang berbicara
Pengkhotbah
Seorang bijak yang mengalami suka dan duka hidup
Kepada
Pembaca atau murid hikmat
Mereka yang belajar menerima ketidakpastian hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טוֹב
tov · baik
Baik, menyenangkan, atau bermanfaat.
רָעָה
ra'ah · malang
Jahat, buruk, atau tidak menyenangkan.
יָדַע
yada · mengetahui
Mengetahui secara mendalam, mengenal, atau mengalami.
Kebaikan dan keburukan sama-sama berasal dari Allah, dan pengetahuan manusia sangat terbatas tentang masa depan. Ini mengajak kita untuk berserah dan tidak merasa berhak menuntut hanya yang baik.
Tahukah kamu
Kata 'hari malang' dalam konteks
Dalam Alkitab, frasa 'hari malang' biasanya merujuk pada hari kesusahan atau bencana, tetapi di sini digunakan secara netral untuk menunjukkan bahwa Allah menetapkan keduanya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 7:14
Pengkhotbah 3:1
Prinsip waktu bagi segala hal
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.”
Ayub 2:10
Menerima yang buruk dari Allah
“Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?”
Roma 8:28
Maksud baik di balik semuanya
“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 7:14
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan hedonisme: kita hanya bergembira di hari baik dan mengabaikan hari buruk.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru memberi keseimbangan: bergembira di hari baik dan merenung di hari buruk, karena keduanya dari Allah.
✕ Sering dikira
Ayat ini mendukung pandangan bahwa Allah penyebab kejahatan secara positif.
✓ Yang sebenarnya
Ini berbicara tentang kedaulatan Allah, bukan bahwa Allah itu jahat. Hari buruk yang dimaksud bisa karena dosa atau disiplin, tetapi tetap dalam kendali Allah.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 7:14
Syukuri berkat hari ini tanpa khawatir berlebihan akan besok. Saat hari buruk tiba, ingatlah bahwa Allah juga yang mengizinkannya, dan Dia selalu menyertai kita.
Bapa, terima kasih atas hari-hari baik, dan saat hari buruk datang, tolong aku untuk tetap bersandar pada-Mu dan tidak takut akan masa depan. Amin.