Kesia-siaan mimpi dan kata
Pengkhotbah 5:7
Hidup yang Berarti di Hadapan Allah
PerikopTakut akan Allah · Pengkhotbah 5:1-7 →“(5-6) Sebab, dalam melimpahnya mimpi dan banyaknya perkataan, ada kesia-siaan. Karena itu, takutlah akan Allah.”Pengkhotbah 5:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(5-6) Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.”Pengkhotbah 5:7 · TB
Terjemahan Baru
“(5-6) Sebagaimana banyak mimpi itu tidak ada artinya, begitu juga banyak bicara tidak ada gunanya. Tetapi takutlah kepada TUHAN.”Pengkhotbah 5:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena sebagaimana banyak bermimpi tidak ada artinya dan banyak bicara tidak ada gunanya, lebih baik takut dan hormat kepada Allah daripada bersumpah tetapi tidak menepatinya.”Pengkhotbah 5:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For in the multitude of dreams and many words there are also divers vanities: but fear thou God.”Pengkhotbah 5:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 5:7?
Ayat ini mengingatkan kita bahwa ketika melihat ketidakadilan dan penindasan di dunia, jangan heran atau putus asa. Banyak orang yang berkuasa saling mengawasi, dan ada hierarki di antara mereka, dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Ini menunjukkan bahwa ketidakadilan itu kompleks dan ada banyak lapisan.
Latar belakang
Takut akan Allah di tengah kesia-siaan
Ayat ini menegaskan bahwa banyak mimpi dan banyak perkataan hanyalah kesia-siaan, dan respons yang tepat adalah takut akan Allah. Ini adalah kesimpulan dari bagian sebelumnya tentang berbicara sembarangan di hadapan Allah.
Di mana
Yerusalem
Di istana atau rumah ibadah
Kapan
~950 SM
Kerajaan Israel bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Bijak, mungkin Salomo, ~60 tahun
Kepada
Umat Israel
Orang-orang yang mencari makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הֶבֶל
hevel · kesia-siaan
uap, hembusan napas, sesuatu yang sementara
יָרֵא
yare · takut
hormat yang dalam, kagum, takut akan Tuhan
אֱלֹהִים
Elohim · Allah
Tuhan, Pencipta
Ketiga kata ini membentuk inti: hidup yang tanpa Allah adalah 'hevel'—sementara dan sia-sia. Tetapi 'yare' akan Allah mengubah perspektif, memberi makna di tengah kesementaraan.
Tahukah kamu
Frasa 'takut akan Allah' adalah tema utama
Frasa ini muncul berulang kali dalam Pengkhotbah, dan di sini menjadi pusat dari nasihat tentang cara berhubungan dengan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 5:7
Ulangan 10:12
Inti takut akan Allah
“Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan Tuhan, Allahmu, dari padamu? Takutlah akan Tuhan, Allahmu, hidupilah menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, kasihilah Dia, beribadahlah kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu.”
Matius 12:36
Kata sia-sia
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.”
Amsal 1:7
Takut adalah dasar
“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 5:7
✕ Sering dikira
Berarti kita tidak boleh bermimpi atau berbicara sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini mengecam banyak bicara yang tidak bermakna, bukan melarang mimpi atau pembicaraan yang baik.
✕ Sering dikira
Takut akan Allah berarti takut yang menakutkan.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks ini, takut adalah hormat dan kagum yang mendalam, bukan ketakutan yang mencekam.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 5:7
Saat melihat ketidakadilan, mungkin kita merasa frustrasi. Namun, ingatlah bahwa di atas semua pemimpin ada Allah yang Mahaadil. Alih-alih larut dalam kekecewaan, kita bisa berdoa dan bertindak dalam lingkup kecil kita untuk menegakkan keadilan.
Tuhan, saat aku melihat ketidakadilan di sekitarku, berikanlah aku kebijaksanaan dan keberanian untuk menjadi bagian dari solusi, sambil tetap percaya bahwa Engkau berdaulat atas segalanya. Amin.