Jangan Biarkan Mulut Menjerumuskan
Pengkhotbah 5:6
Jangan Sembarangan Berjanji kepada Allah
“(5-5) Jangan biarkan mulutmu membuat tubuhmu berdosa. Jangan katakan kepada imam bahwa itu kesalahan. Mengapa Allah harus marah terhadap perkataanmu, dan menghancurkan pekerjaan tanganmu?”Pengkhotbah 5:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(5-5) Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?”Pengkhotbah 5:6 · TB
Terjemahan Baru
“(5-5) Janganlah kata-katamu membuat engkau berdosa, sehingga engkau terpaksa mengatakan kepada imam yang melayani TUHAN, bahwa engkau keliru mengucapkan janji. Untuk apa membuat Allah marah kepadamu sehingga dihancurkan-Nya hasil pekerjaanmu?”Pengkhotbah 5:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Janganlah berdosa dengan mulutmu!— sehingga pada saat petugas rumah TUHAN datang untuk menuntut kamu menepati janjimu itu, kamu menyangkal sumpahmu dengan berkata, “Maaf, ucapan saya keliru. Saya tidak bermaksud mengucapkan janji itu.” Jangan sampai Allah marah kepadamu dan menghancurkan segala hasil usahamu.”Pengkhotbah 5:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Suffer not thy mouth to cause thy flesh to sin; neither say thou before the angel, that it was an error: wherefore should God be angry at thy voice, and destroy the work of thine hands?”Pengkhotbah 5:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 5:6?
Ayat ini memperingatkan agar kita tidak membiarkan ucapan kita membawa kita ke dalam dosa, misalnya dengan menyalahkan imam atau mencari-cari alasan ketika tidak menepati nazar. Hal ini bisa memancing murka Allah dan menghancurkan pekerjaan tangan kita.
Latar belakang
Bahaya Perkataan Sembrono
Pengkhotbah memperingatkan agar mulut tidak membuat tubuh berdosa, misalnya dengan mengaku kepada imam bahwa nazar itu keliru. Allah bisa marah karena perkataan itu dan merusak hasil kerja.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran Bait Allah, siang hari
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Orang bijak yang merenungkan makna hidup, ~950 SM
Kepada
Umat Allah
Orang-orang yang beribadah di Yerusalem
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פֶּה
peh · mulutmu
mulut, organ bicara
חָטָא
chata · membuat berdosa
melanggar, tersandung
קָצַף
qatsaf · marah
murka, sangat marah
Perkataan dari mulut bisa membawa dosa, dan kemarahan Allah terhadap perkataan sembrono dapat menghancurkan pekerjaan tangan—menunjukkan kekuatan kata-kata.
Tahukah kamu
Peran Imam dalam Nazar
Imam bertugas menilai nazar dan mengabulkan pembatalan dalam kasus tertentu, tetapi menyalahkan nazar setelah diucapkan bisa dianggap menghina Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 5:6
Amsal 18:21
Kuasa kata-kata
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa menyukainya akan memakan buahnya.”
Matius 12:36
Tanggung jawab kata
“Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.”
Mazmur 39:2
Jaga lidah
“Aku berkata: 'Aku akan menjaga jalan-jalanku, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 5:6
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti kita tidak boleh berbicara sama sekali di hadapan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menekankan kehati-hatian dalam berbicara, bukan diam total.
✕ Sering dikira
Jika kita berkata salah, Allah akan langsung menghancurkan hidup kita.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini adalah peringatan, bukan jaminan hukuman langsung; tetapi menunjukkan keseriusan dosa perkataan.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 5:6
Waspadalah dengan kata-kata yang keluar dari mulutmu, terutama saat kamu gagal menepati janji. Jangan mencari kambing hitam atau berkata 'itu kesalahan', tapi akui dan perbaiki. Takutlah akan Allah dengan menjaga setiap ucapan.
Ya Allah, peliharalah mulutku dari perkataan yang menyebabkan dosa, dan bantu aku untuk bertanggung jawab atas setiap janji yang kuucapkan. Amin.