Jangan tergesa-gesa berbicara di hadapan Allah
Pengkhotbah 5:2
Ibadah yang berkenan dan bahaya kekayaan
“(5-1) Jangan tergesa-gesa dengan mulutmu, dan jangan terburu-buru dalam hatimu untuk menyatakan perkataan di hadapan Allah. Sebab, Allah di surga, dan kamu di bumi. Karena itu, biarlah ucapan-ucapanmu itu sedikit.”Pengkhotbah 5:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(5-1) Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.”Pengkhotbah 5:2 · TB
Terjemahan Baru
“(5-1) Berpikirlah sebelum berbicara, dan jangan terlalu cepat berjanji kepada Allah. Dia ada di surga dan engkau ada di bumi, jadi berhematlah dengan kata-katamu.”Pengkhotbah 5:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Janganlah terbawa emosi sampai terburu-buru bersumpah kepada Allah untuk melakukan sesuatu. Pikirkan baik-baik terlebih dulu! Karena Allah ada di surga dan kamu di bumi. Jadi biarlah doamu singkat saja.”Pengkhotbah 5:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Be not rash with thy mouth, and let not thine heart be hasty to utter any thing before God: for God is in heaven, and thou upon earth: therefore let thy words be few.”Pengkhotbah 5:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 5:2?
Ayat ini menekankan pentingnya berhati-hati dalam berbicara di hadapan Allah. Karena Allah di surga dan kita di bumi, kita harus menyadari posisi kita yang rendah dan tidak banyak bicara sembarangan. Kata-kata kita harus sedikit dan penuh penghormatan.
Latar belakang
Bicara secukupnya kepada Allah
Pengkhotbah mengingatkan agar tidak terburu-buru mengucapkan kata-kata di hadapan Allah, karena Allah di surga dan kita di bumi. Sikap yang tepat adalah berbicara sedikit dan penuh hormat.
Di mana
Yerusalem
Di rumah ibadah, dalam suasana doa
Kapan
~950 SM
Era Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Orang bijak yang merenungkan makna hidup, mungkin raja Salomo
Kepada
Jemaat Israel
Orang-orang yang beribadah dan sering membuat janji terburu-buru
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּהַל
bahal · tergesa-gesa
terburu-buru, panik, gegabah
פֶּה
peh · mulut
mulut, sebagai alat berbicara
לֵב
lev · hati
hati, pikiran, pusat kehendak
Bahal menunjukkan kegelisahan yang tidak selaras dengan kekudusan Allah. Peh dan lev dipakai bersama untuk menekankan bahwa kata-kata yang keluar harus mencerminkan isi hati yang tenang dan hormat.
Tahukah kamu
Allah di surga, kamu di bumi
Ungkapan ini menekankan jurang yang tak terjembatani antara manusia dan Allah, mirip dengan cara orang Timur Tengah kuno menunjukkan hormat kepada raja yang agung.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 5:2
Matius 6:7
Doa tidak bertele-tele
“Janganlah kamu bertele-tele dalam doamu seperti yang dilakukan orang-orang yang tidak mengenal Allah.”
Yakobus 1:19
Lambat berkata-kata
“Setiap orang harus cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata.”
Amsal 10:19
Banyak bicara bahaya
“Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa menahan bibirnya, berakal budi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 5:2
✕ Sering dikira
Mengira kita tidak boleh berdoa panjang atau dengan kata-kata yang banyak.
✓ Yang sebenarnya
Yang dilarang adalah kecepatan dan ketidaksungguhan, bukan panjangnya doa. Doa yang tulus dan penuh perenungan tetap baik.
✕ Sering dikira
Mengira kita tidak boleh mengungkapkan perasaan kepada Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini mengajarkan hormat, bukan menekan emosi. Kita boleh menangis atau berseru, tetapi dengan sikap hormat.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 5:2
Saat berdoa, cobalah untuk lebih banyak berdiam diri dan merenungkan kebesaran Allah daripada terus-menerus berbicara. Atau, sebelum berdoa, pikirkan dulu apa yang ingin disampaikan agar tidak asal bicara.
Ya Allah, ajar aku untuk berbicara di hadapan-Mu dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, serta mengurangi kata-kata yang sia-sia. Amin.