Makan dalam kegelapan
Pengkhotbah 5:16
Sia-sia Mengejar Kekayaan
PerikopKekayaan Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 5:8-20 →“(5-15) Ini pun suatu kemalangan yang menyedihkan: Dalam segala cara dia datang, begitu juga dia akan pergi. Apa keuntungan orang yang bekerja keras untuk angin?”Pengkhotbah 5:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(5-15) Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?”Pengkhotbah 5:16 · TB
Terjemahan Baru
“(5-15) Itu sungguh menyedihkan! Kita pergi seperti pada waktu kita sekarang datang. Kita berlelah-lelah untuk mengejar angin, dan apa hasilnya?”Pengkhotbah 5:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ini benar-benar menyedihkan: Sebagaimana kita datang ke dalam dunia, demikian jugalah kita meninggalkan dunia ini! Keuntungannya tidak ada! Bukankah itu seperti orang yang bersusah payah tetapi tidak mendapatkan apa-apa?!”Pengkhotbah 5:16 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And this also is a sore evil, that in all points as he came, so shall he go: and what profit hath he that hath laboured for the wind?”Pengkhotbah 5:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 5:16?
Pengkhotbah 5:16 menggambarkan kesia-siaan bekerja keras tanpa bisa menikmati hasilnya. Orang yang selalu bekerja keras untuk menumpuk harta sering berakhir dengan kelelahan dan frustrasi, seperti mengejar angin.
Latar belakang
Kegelapan Orang Kaya
Pengkhotbah menggambarkan orang yang bekerja keras tetapi tidak bisa menikmati hasilnya. Ia makan dalam kegelapan, penuh kejengkelan dan kemarahan, karena kekayaan justru membuatnya gelisah.
Di mana
Yerusalem
Di istana atau rumah, merenung
Kapan
~950 SM
Zaman Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
ahli hikmat, mungkin Salomo
Kepada
Jemaat Israel
umat yang bergumul dengan makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֹשֶׁךְ
choshekh · kegelapan
kegelapan, ketiadaan terang
כַּעַס
ka'as · kejengkelan
kemarahan, frustrasi
מַכְאוֹב
makh'ov · kesakitan
penderitaan, sakit
Kata-kata ini menggambarkan keadaan batin yang gelap dan sakit, bukan hanya fisik. Ini menunjukkan bahwa kekayaan tanpa kemampuan menikmati justru membawa kegelapan dan penderitaan batin.
Tahukah kamu
Makan dalam gelap
Di Timur Dekat kuno, makan dalam terang adalah simbol berkat dan kebersamaan; makan dalam gelap menunjukkan kesepian dan kutukan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 5:16
Amsal 15:15
kontras sukacita
“Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi patah semangat mematahkan tulang.”
Pengkhotbah 2:23
penderitaan serupa
“Sepanjang hari orang itu bersusah dan penuh kejengkelan; bahkan pada malam hari hatinya tidak tenang.”
Mazmur 127:2
kesia-siaan kerja
“Sia-sia kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, untuk makan roti yang diperoleh dengan susah payah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 5:16
✕ Sering dikira
Mengira ayat ini menghakimi semua orang kaya sebagai orang berdosa.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menggambarkan orang kaya yang terobsesi dan tidak bisa menikmati berkat; kekayaan sendiri tidak salah.
✕ Sering dikira
Menganggap 'kegelapan' hanya berarti kegelapan fisik atau malam.
✓ Yang sebenarnya
Di sini 'kegelapan' melambangkan kesedihan dan ketiadaan sukacita, bukan sekadar keadaan tanpa cahaya.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 5:16
Jangan jadikan pekerjaan sebagai tujuan akhir. Luangkan waktu untuk istirahat dan bersenang-senang dengan keluarga dan teman. Nikmati hasil jerih payahmu sebagai berkat dari Tuhan, bukan sekadar menjadi budak pekerjaan.
Bapa, lepaskan kami dari belenggu kerja keras yang berlebihan dan beri kami kebijaksanaan untuk menikmati berkat-Mu. Amin.