Pengkhotbah 4:1
“Aku kembali melihat semua penindasan yang dilakukan di bawah matahari. Lihatlah, air mata orang-orang tertindas, dan tidak ada yang menghibur mereka. Ada kekuasaan pada pihak para penindas mereka, tetapi tidak ada yang menghibur mereka.”Pengkhotbah 4:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan.”Pengkhotbah 4:1 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian kuperhatikan lagi segala ketidakadilan yang terjadi di dunia ini. Orang-orang yang ditindas menangis dan tak ada yang mau menolong mereka. Tak seorang pun mau membantu, karena para penindas itu mempunyai kuasa yang besar.”Pengkhotbah 4:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu aku memperhatikan segala penindasan yang terjadi di dunia ini. Betapa menyedihkan: Orang-orang yang tertindas menangis karena begitu berkuasanya para penindas mereka, dan tidak ada yang menghibur mereka.”Pengkhotbah 4:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So I returned, and considered all the oppressions that are done under the sun: and behold the tears of such as were oppressed, and they had no comforter; and on the side of their oppressors there was power; but they had no comforter.”Pengkhotbah 4:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 4:1?
Pengkhotbah mengamati ketidakadilan dan penindasan yang merajalela. Orang tertindas menangis tanpa ada yang menghibur, sementara penindas memiliki kuasa. Ini menggambarkan realitas pahit bahwa sering kali kekuasaan berada di pihak yang salah, dan tidak selalu ada pembela bagi yang lemah.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 4:1
Saat melihat ketidakadilan di sekitar kita, jangan hanya menonton dari jauh. Tanyakan pada diri sendiri: siapa di sekelilingku yang butuh penghiburan? Menjadi kehadiran yang menenangkan bagi yang tertindas bisa menjadi bentuk nyata iman kita.
Tuhan, buka mataku untuk melihat mereka yang tertindas, dan berikan aku keberanian untuk menjadi penghibur bagi mereka, Amin.