Lahir dan mati
Pengkhotbah 3:2
Siklus Hidup
PerikopSegala Sesuatu Ada Waktunya · Pengkhotbah 3:1-15 →“Ada waktu untuk lahir, dan ada waktu untuk mati. Ada waktu untuk menanam, dan ada waktu untuk mencabut yang ditanam.”Pengkhotbah 3:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;”Pengkhotbah 3:2 · TB
Terjemahan Baru
“Allah menentukan waktu untuk melahirkan dan waktu untuk meninggal, waktu untuk menanam dan waktu untuk mencabut,”Pengkhotbah 3:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ada waktu untuk dilahirkan, dan ada waktu untuk mati. Ada musim tanam, dan ada musim panen.”Pengkhotbah 3:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“A time to be born, and a time to die; a time to plant, and a time to pluck up that which is planted;”Pengkhotbah 3:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 3:2?
Ayat ini menegaskan bahwa ada waktu untuk lahir dan mati, menanam dan mencabut. Ini mengingatkan kita bahwa hidup terdiri dari siklus yang Allah tetapkan, dan kita harus menerima setiap fase dengan bijak.
Latar belakang
Empat kontras pertama
Ayat ini memberikan pasangan pertama: lahir dan mati, menanam dan mencabut. Ini menunjukkan bahwa hidup penuh dengan transisi yang tak bisa dihindari, dan ada waktu untuk setiap kegiatan.
Di mana
Yerusalem
Refleksi pribadi, mungkin di dalam ruangan
Kapan
~950 SM
Kerajaan Israel bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Bijak, merenungkan siklus hidup
Kepada
Pembaca/umat
Mereka yang bergumul tentang makna
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לָלֶדֶת
laledet · lahir
untuk dilahirkan, melahirkan
לָמוּת
lamut · mati
untuk mati, mengalami kematian
לָטַעַת
lata'at · menanam
untuk menanam (benih)
Kata-kata ini berbentuk infinitif, menekankan tindakan yang terjadi pada waktunya, bukan sesuatu yang bisa kita kendalikan. Lahir dan mati adalah dua titik ekstrem yang diatur Allah.
Tahukah kamu
Ritual pertanian
Mencabut tanaman bisa merujuk pada panen atau merumput; dalam budaya agraris Israel kuno, tindakan ini sangat familier.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 3:2
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 3:2
✕ Sering dikira
Menganggap kematian adalah akhir segalanya.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks Alkitab, kematian bukan akhir tetapi bagian dari siklus yang Allah pegang.
✕ Sering dikira
Mengira menanam dan mencabut selalu harfiah pertanian.
✓ Yang sebenarnya
Ini bisa menjadi metafora untuk memulai dan mengakhiri berbagai usaha hidup.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 3:2
Hargai setiap masa dalam hidup, baik suka maupun duka. Jangan terburu-buru meninggalkan satu musim atau menahan yang sudah berakhir, karena Allah punya rencana dalam setiap pergantian.
Ya Allah, berikan aku hikmat untuk menjalani setiap musim dengan penuh syukur, dari awal hingga akhir. Amin.