Semua yang hidup binasa
Ayub 34:15
Kefanaan manusia di hadapan Allah
“semua yang hidup akan binasa bersama-sama, dan manusia akan kembali menjadi debu.”Ayub 34:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.”Ayub 34:15 · TB
Terjemahan Baru
“maka matilah semua makhluk yang bernyawa, dan manusia menjadi debu seperti semula.”Ayub 34:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“All flesh shall perish together, and man shall turn again unto dust.”Ayub 34:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 34:15?
Ayat ini melanjutkan pemikiran sebelumnya: jika Allah menarik roh dan napas-Nya, semua makhluk akan mati dan kembali menjadi debu. Ini mengingatkan kita bahwa manusia fana dan sepenuhnya bergantung pada Allah untuk keberlangsungan hidup.
Latar belakang
Kembali menjadi debu
Elihu menyimpulkan bahwa tanpa kuasa Allah yang menopang, semua makhluk akan mati dan manusia kembali menjadi debu. Ini mengingatkan Ayub bahwa manusia fana dan bergantung pada Allah.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat Ayub duduk di abu
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Elihu
Pemuda yang berbicara mewakili hikmat
Kepada
Ayub dan kawan-kawannya
Pendengar yang sedang berdebat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָּעַע
ga'a · binasa
hilang, mati, padam
אָדָם
adam · manusia
umat manusia, manusia
עָפָר
aphar · debu
tanah kering, abu
Kata 'binasa' dan 'debu' menggambarkan kefanaan total manusia tanpa Allah, mengingatkan asal-usul manusia dari debu (Kejadian 2:7).
Tahukah kamu
Debu dalam budaya Timur Tengah
Duduk di abu adalah simbol perkabungan dan penyesalan; di sini Elihu memakai gambaran kembali menjadi debu untuk menekankan kerendahan manusia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 34:15
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 34:15
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini mengajarkan pemusnahan total (tidak ada kehidupan setelah mati).
✓ Yang sebenarnya
Konteksnya menekankan kefanaan tubuh, bukan nasib akhir roh.
✕ Sering dikira
Mengira manusia tidak berbeda dari hewan dalam hal nasib akhir.
✓ Yang sebenarnya
Ayub dan seluruh Alkitab menunjukkan manusia diciptakan segambar dengan Allah, meskipun fana.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 34:15
Kita sering berpikir kita akan hidup selamanya, tetapi kematian adalah kepastian. Karena itu, hiduplah dengan kesadaran bahwa waktu kita terbatas, dan fokuslah pada hal-hal yang memiliki nilai kekal.
Tuhan, sadarkan aku akan keterbatasanku; ajar aku hidup dengan bijaksana, mempersiapkan diri untuk kekekalan bersama-Mu. Amin.