Rantai putus, tempayan hancur
Pengkhotbah 12:6-8
Kematian
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kematian yang tak terelakkan
Ayat ini menggunakan metafora benda-benda yang rusak: rantai perak putus, cawan emas pecah, tempayan hancur, dan roda sumur rusak. Semua menggambarkan kematian yang datang, ketika tubuh dan kehidupan berakhir, dan roh kembali kepada Allah.
Di mana
Yerusalem
Di rumah, tengah malam
Kapan
~950 SM
Puisi hikmat
Yang berbicara
Pengkhotbah
Rabi tua dan bijak, ~50 tahun
Kepada
Anak muda
Pembaca muda yang diajak merenung
Arti tiap ayat
Penjelasan Pengkhotbah 12:6-8 Ayat per Ayat
Pengkhotbah 12:6
Ayat ini memperingatkan untuk mengingat Tuhan sebelum kehidupan berakhir, dilambangkan dengan rantai perak putus, cawan emas pecah, tempayan hancur, dan roda rusak. Ini menekankan kefanaan hidup dan bahwa kesempatan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 12:7
Ayat ini menggambarkan kematian sebagai kembalinya debu (tubuh) ke tanah dan roh kembali kepada Allah yang memberikannya. Ini menegaskan bahwa hidup manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya, menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 12:8
Pengkhotbah mengulangi tema utama kitabnya: segala sesuatu adalah kesia-siaan. Ini berarti semua usaha dan pencapaian manusia di dunia ini pada akhirnya tidak memberikan kepuasan yang kekal tanpa Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →