Rajin tanpa kenal lelah
Pengkhotbah 11:6
Kerja Keras dan Iman pada Hasil
“Pada pagi hari, taburlah benihmu, dan sampai sore hari, jangan menahan tanganmu. Sebab, kamu tidak tahu mana yang akan berhasil, apakah yang ini atau yang itu, atau apakah keduanya akan sama-sama baik.”Pengkhotbah 11:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah Pengkhotbah 11.7–12.2 34 ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.”Pengkhotbah 11:6 · TB
Terjemahan Baru
“Taburlah benihmu di waktu pagi dan janganlah berhenti di malam hari. Sebab kita tak tahu taburan mana yang baik tumbuhnya. Barangkali juga keduanya tumbuh dengan sempurna.”Pengkhotbah 11:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Taburlah benihmu di pagi hari dan lakukanlah berbagai usaha yang lain sampai waktunya tidur di malam hari. Karena kamu tidak tahu usaha mana yang akan berhasil— atau malah semuanya akan berhasil dengan baik.”Pengkhotbah 11:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“In the morning sow thy seed, and in the evening withhold not thine hand: for thou knowest not whether shall prosper, either this or that, or whether they both shall be alike good.”Pengkhotbah 11:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 11:6?
Nasihat untuk terus bekerja dan berusaha sepanjang hari, pagi dan sore, karena kita tidak tahu usaha mana yang akan berhasil. Ini mendorong untuk aktif, tekun, dan tidak berhenti berbuat baik atau bekerja keras. Hasil akhirnya ada di tangan Tuhan, tapi kita harus tetap berusaha.
Latar belakang
Dorongan untuk bekerja
Pengkhotbah menasihati agar kita bekerja dengan giat sepanjang hari, karena kita tidak tahu usaha mana yang akan berhasil. Semua ada di tangan Tuhan.
Di mana
Ladang di Yerusalem
Sawah, pagi hingga sore
Kapan
~950 SM
Zaman pertanian Israel
Yang berbicara
Pengkhotbah
Penasihat yang mengajak bertindak
Kepada
Petani dan semua orang
Orang yang bekerja keras sehari-hari
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בֹּקֶר
boqer · pagi
Pagi hari, waktu untuk memulai.
זֶרַע
zera · benih
Benih, juga digunakan untuk keturunan.
כָּשֵׁר
kasher · berhasil
Tepat, sukses, atau berhasil.
Kata-kata ini menggabungkan waktu (pagi), tindakan (benih), dan hasil (berhasil). Ini mengingatkan bahwa kita harus aktif dan tekun, sementara hasil akhirnya bergantung pada Allah.
Tahukah kamu
Pola tanam kuno
Petani Israel biasanya menabur dengan tangan sambil berjalan, membuang benih ke kiri dan kanan. Pekerjaan dari pagi sampai sore adalah hal biasa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 11:6
Amsal 11:24
Memberi mendatangkan hasil
“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya; ada yang menahan dengan tidak semestinya, tetapi jatuh miskin.”
Galatia 6:9
Jangan jemu berbuat baik
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah.”
Mazmur 126:5
Menabur menuai
“Orang yang menabur dengan menangis akan menuai dengan sorak-sorai.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 11:6
✕ Sering dikira
Ayat ini mendukung etos kerja tanpa henti sehingga menjadi gila kerja.
✓ Yang sebenarnya
Tujuannya adalah ketekunan yang bijak, bukan kerja paksa yang merugikan.
✕ Sering dikira
Kita harus mencoba segala kemungkinan tanpa mempertimbangkan prioritas.
✓ Yang sebenarnya
Ini tentang kerajinan, bukan tentang mencoba semua hal secara membabi buta.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 11:6
Jangan mudah menyerah atau memilih 'satu cara' saja. Cobalah berbagai inisiatif, hobi, atau pelayanan, dan lihat mana yang membuahkan hasil. Beri waktu untuk semua itu bertumbuh.
Tuhan, beri aku semangat untuk terus berusaha tanpa lelah, dan percayakan hasilnya kepada-Mu, sebab Engkau yang menumbuhkan. Amin.