Nehemia 5:8
“Aku berkata kepada mereka, “Kami sedapat mungkin sudah menebus saudara-saudara kami orang Yahudi yang dijual kepada bangsa-bangsa lain. Namun, sekarang kamu malah menjual saudara-saudaramu untuk dijual kepada kami!” Mereka tidak berkata apa-apa dan tidak membantah.”Nehemia 5:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berkatalah aku kepada mereka: "Kami selalu berusaha sedapat-dapatnya untuk menebus sesama orang Yahudi yang dijual kepada bangsa-bangsa lain. Tetapi kamu ini justru menjual saudara-saudaramu, supaya mereka dibeli lagi oleh kami!" Mereka berdiam diri karena tidak dapat membantah. Nehemia 5.9–13 20”Nehemia 5:8 · TB
Terjemahan Baru
“dan berkata, "Dengan sekuat tenaga kita telah menebus saudara-saudara kita orang Yahudi yang terpaksa menjual dirinya kepada bangsa asing. Tetapi sekarang kamu ini justru memaksa mereka menjual dirinya kepada kamu, padahal kamu juga orang Yahudi!" Para pemimpin itu tidak dapat menjawab sepatah kata pun.”Nehemia 5:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dalam pertemuan tersebut saya berkata kepada mereka, “Kami berusaha sekeras mungkin untuk menebus saudara-saudara kita sesama orang Yahudi yang sudah dijual sebagai budak kepada orang asing. Tetapi kalian malah menjual mereka kembali sebagai budak! Berapa kali lagi kami harus menebus mereka?!” Para bangsawan dan pejabat itu tidak dapat berkata apa-apa untuk membela diri.”Nehemia 5:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I said unto them, We after our ability have redeemed our brethren the Jews, which were sold unto the heathen; and will ye even sell your brethren? or shall they be sold unto us? Then held they their peace, and found nothing to answer.”Nehemia 5:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Nehemia 5:8?
Nehemia mengingatkan para pemimpin bahwa mereka telah menebus sesama Yahudi dari perbudakan bangsa asing, namun kini mereka sendiri menjual saudara sebangsa sebagai budak. Para pemimpin tidak dapat membantah, karena perbuatan mereka jelas salah.
Renungan
Renungan Singkat Nehemia 5:8
Kita dipanggil untuk membebaskan, bukan menjerat orang lain. Perhatikan apakah tindakan atau keputusan kita justru membebani atau merugikan sesama, terutama mereka yang lebih lemah.
Ya Allah, mampukan aku untuk menjadi pribadi yang membebaskan, bukan menindas, dan berani menegur ketidakadilan. Amin.