Ajakan untuk Membangun Kembali
Nehemia 2:17
Nehemia Mendapat Izin Raja
“Aku berkata kepada mereka, “Kamu tahu kesukaran yang kita alami, bagaimana Yerusalem sudah runtuh dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Marilah kita membangun kembali tembok Yerusalem agar kita tidak dicela lagi.””Nehemia 2:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berkatalah aku kepada mereka: "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali Nehemia 2.18–3.1 7 tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela."”Nehemia 2:17 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi kemudian aku berkata kepada mereka, "Lihatlah keadaan kita yang sengsara ini! Yerusalem tinggal puing-puing dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api. Marilah kita membangun kembali tembok-tembok kota Yerusalem supaya kita tidak dihina lagi."”Nehemia 2:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah itu, saya mengadakan pertemuan dengan mereka dan berkata, “Kalian tahu betul masalah yang kita hadapi. Kota kita sudah hancur, bentengnya sudah diruntuhkan, dan gerbangnya sudah dibakar. Mari kita membangun kembali benteng kota Yerusalem, supaya kita tidak terus-menerus merasa hina!””Nehemia 2:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said I unto them, Ye see the distress that we are in, how Jerusalem lieth waste, and the gates thereof are burned with fire: come, and let us build up the wall of Jerusalem, that we be no more a reproach.”Nehemia 2:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Nehemia 2:17?
Nehemia mengajak orang-orang Yahudi untuk membangun kembali tembok Yerusalem, menyatakan keadaan kota yang sudah runtuh dan gerbang yang terbakar. Dia menyerukan agar mereka bangkit dan memperbaiki, sehingga tidak lagi dicela.
Latar belakang
Memotivasi Rakyat
Setelah inspeksi, Nehemia mengumpulkan orang-orang Yahudi dan menyampaikan penderitaan mereka, yaitu tembok yang runtuh dan gerbang yang terbakar. Ia mengajak mereka untuk membangun kembali tembok Yerusalem agar tidak menjadi cela di mata bangsa-bangsa lain.
Di mana
Yerusalem
Di suatu tempat berkumpul di kota, mungkin dekat tembok
Kapan
~445 SM
Pemulihan pasca-pembuangan
Yang berbicara
Nehemia
Penuang anggur raja Persia, ~40 tahun
Kepada
Orang Yahudi Yerusalem
Para pemimpin dan rakyat yang mendengar berita
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָעָה
ra'ah · kesukaran
Keburukan, kejahatan, atau kesusahan besar.
בָּנָה
banah · membangun
Mendirikan kembali, membangun rumah atau kota.
חֶרְפָּה
cherpah · dicela
Aib, hinaan, atau celaan yang ditujukan kepada seseorang.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kondisi tembok adalah aib yang menyakitkan. Membangun kembali adalah tindakan pemulihan harga diri dan penghormatan di hadapan bangsa lain.
Tahukah kamu
Tembok yang Menjadi Aib
Di zaman itu, tembok kota bukan hanya pertahanan fisik tetapi juga simbol kehormatan dan keberadaan suatu bangsa. Reruntuhan tembok membuat Israel dipandang rendah oleh tetangga-tetangganya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Nehemia 2:17
Mazmur 79:4
Aib yang sama
“Kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga kami, ejekan dan olok-olok bagi orang-orang di sekitar kami.”
Yesaya 61:4
Nubuat pemulihan
“Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah lama ada, dan memulihkan tempat-tempat yang sudah sunyi.”
1 Korintus 10:31
Motivasi kemuliaan
“Apakah kamu makan atau minum, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Nehemia 2:17
✕ Sering dikira
Nehemia meminta mereka membangun tembok untuk kepentingan pribadi atau politik.
✓ Yang sebenarnya
Motivasinya adalah menghormati Allah dan memulihkan umat, bukan untuk kepentingan diri sendiri.
✕ Sering dikira
Membangun tembok berarti kurang percaya pada perlindungan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Nehemia dan umat percaya bahwa Allah yang memimpin, tetapi mereka juga harus bertindak nyata.
Renungan
Renungan Singkat Nehemia 2:17
Sering kali kita perlu menyadari dan mengakui kehancuran atau masalah yang ada sebelum bisa membangun kembali. Jangan takut untuk menantang diri sendiri dan orang lain untuk memperbaiki keadaan, baik secara rohani maupun fisik.
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat kerusakan di sekitarku dan berikan aku keberanian untuk mengajak orang lain bangkit dan membangun kembali. Amin.