Hukuman Raja Niniwe

Nahum 1:14

Penghakiman atas Niniwe

“Inilah perintah TUHAN atasmu, “Tidak akan ada lagi keturunan dengan namamu. Dari rumah ilahmu, Aku akan melenyapkan patung pahatan dan patung tuangan. Aku akan menyediakan kuburmu, sebab kamu terkutuk.”

Nahum 1:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Nahum 1:14?

TUHAN menjatuhkan hukuman atas Niniwe: keturunan mereka akan dihilangkan, dan dewa-dewa mereka akan dimusnahkan. Mereka akan dikuburkan karena telah dianggap hina. Ini menunjukkan kepastian penghakiman Allah atas kejahatan dan kesombongan.

Latar belakang

Kepastian Kehancuran

TUHAN menghakimi raja Asyur, menyatakan bahwa dinastinya akan berakhir, para berhalanya akan dihancurkan, dan ia akan mati dalam aib. Ini adalah vonis atas kekejaman dan kesombongan Niniwe.

Di mana

Niniwe

Ibukota Asyur, di tepi Sungai Tigris

Kapan

~650 SM

Periode nabi-nabi akhir

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Niniwe masih kuat
Niniwe hancur 612 SM
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, yang berfirman melalui nabi

R

Kepada

Raja Niniwe

Raja Asyur yang tidak disebutkan namanya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

זֶרַע

zera · keturunan

benih, keturunan

פֶּסֶל

pesel · patung pahatan

berhala ukiran

מַסֵּכָה

massekah · patung tuangan

berhala cor dari logam

Kata-kata ini menekankan pemusnahan total: tidak ada penerus, dan semua simbol keagamaan palsu akan hilang. Ini menunjukkan kedahsyatan penghakiman Allah.

Tahukah kamu

Patung dan Berhala

Patung pahatan dan tuangan adalah jenis berhala yang umum di Asyur. Menghancurkannya adalah cara untuk melucuti kekuatan spiritual dan politik mereka.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Nahum 1:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Nahum 1:14

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti Tuhan membenci semua bentuk seni atau patung.

✓  Yang sebenarnya

Yang dihancurkan adalah berhala, bukan seni pada umumnya.

✕  Sering dikira

Raja yang dimaksud adalah orang tertentu di masa depan, bukan raja Asyur saat itu.

✓  Yang sebenarnya

Konteks langsungnya adalah raja Niniwe pada zaman Nahum.

Renungan

Renungan Singkat Nahum 1:14

Tuhan tidak akan membiarkan kejahatan terus berlanjut. Meskipun tampaknya orang fasik berhasil, akhirnya mereka akan menuai penghakiman. Kita dapat percaya bahwa keadilan Allah pasti ditegakkan, dan kita dipanggil untuk hidup setia kepada-Nya.

Ya Allah, ajarlah aku untuk hidup dalam ketaatan kepada-Mu, dan ingatkan aku bahwa Engkau adalah Hakim yang adil yang akan membalas setiap kejahatan. Amin.