Manusia Hanya Daging
Mazmur 78:39
Pelajaran dari Sejarah Bangsa Israel
“Dia ingat bahwa mereka itu daging, seperti angin yang berlalu, dan tidak kembali lagi.”Mazmur 78:39 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia ingat bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu, yang tidak akan kembali.”Mazmur 78:39 · TB
Terjemahan Baru
“Ia ingat bahwa mereka hanya makhluk yang fana, seperti angin yang lewat dan tidak kembali.”Mazmur 78:39 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For he remembered that they were but flesh; a wind that passeth away, and cometh not again.”Mazmur 78:39 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mazmur 78:39?
Mazmur 78:39 mengingatkan bahwa Allah ingat kita ini hanya manusia yang lemah, seperti angin yang berlalu dan tidak kembali. Karena itu, Ia menahan murka-Nya dan tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, karena kasih karunia-Nya.
Latar belakang
Ingatlah Bahwa Kita Debu
Asaf menjelaskan mengapa Allah tidak melampiaskan seluruh murka-Nya: Dia ingat bahwa manusia itu rapuh dan fana, seperti angin yang berlalu. Ini menunjukkan belas kasihan Allah yang memahami kelemahan manusia.
Di mana
Yerusalem
Di Bait Suci, saat ibadah
Kapan
~1000 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Asaf
Pemimpin paduan suara di Bait Allah, ~1000 SM
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah, sering kali tegar tengkuk
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּשָׂר
basar · daging
tubuh yang rapuh, manusia dalam kelemahannya
רוּחַ
ruach · angin
napas, angin, roh; sesuatu yang cepat berlalu
הָלַךְ
halakh · berlalu
pergi, berjalan, berlalu
Manusia itu seperti embusan napas yang singkat, dan Allah mengingat hal ini dalam penghakiman-Nya. Ini mengajarkan kerendahan hati dan ketergantungan pada Allah.
Tahukah kamu
Umur Manusia dalam Mazmur
Kata 'daging' (basar) di sini menekankan kelemahan dan kefanaan, bukan sekadar tubuh fisik. Bandingkan dengan Mazmur 103:14 yang mengatakan 'Dia ingat bahwa kita ini debu'.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 78:39
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mazmur 78:39
✕ Sering dikira
Menganggap ini alasan untuk bersikap sinis atau putus asa.
✓ Yang sebenarnya
Ini justru membawa pada ucapan syukur karena Allah tetap setia meskipun kita rapuh.
✕ Sering dikira
Mengira Tuhan berubah pikiran karena kelemahan manusia.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan memang berbelas kasihan, tetapi sifat-Nya tidak berubah. Belas kasihan adalah bagian dari karakter-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Mazmur 78:39
Allah tidak melupakan kelemahan kita, Dia lebih pengertian daripada yang kita kira. Kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan-Nya; kita bisa datang dengan jujur tentang keterbatasan kita. Ingatlah bahwa hidup ini singkat, jadi berharaplah pada Tuhan yang kekal, bukan pada hal-hal yang sementara.
Ya Allah, aku bersyukur karena Engkau mengerti kelemahanku. Tolong aku untuk hidup dengan bijaksana, menyadari bahwa hidupku singkat, dan mengarahkan segalanya untuk kemuliaan-Mu. Amin.