Larangan Angkat Tanduk

Mazmur 75:5

Allah Hakim yang Merendahkan dan Meninggikan

(75-6) jangan angkat tandukmu tinggi-tinggi; jangan berbicara dengan leher yang bersitegang.’”

Mazmur 75:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 75:5?

Allah melarang kita untuk mengangkat tanduk tinggi-tinggi atau berbicara dengan sombong dan menantang. Ini adalah peringatan untuk tidak bersikap angkuh dan tidak berbicara dengan nada yang merendahkan orang lain.

Latar belakang

Larangan Bersikap Keras Kepala

Allah memerintahkan orang fasik untuk tidak mengangkat tanduk mereka tinggi-tinggi dan tidak berbicara dengan leher yang bersitegang. Ini adalah gambaran sikap keras kepala dan pembangkangan.

Di mana

Yerusalem

Di tempat kudus / saat ibadah

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemberontakan Absalom
Daud menjadi raja
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Allah

Allah Israel, Hakim yang berfirman dalam mazmur

O

Kepada

Orang fasik yang sombong

Mereka yang menentang Allah dan sesama

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

צַוָּאר

tsavva'r · leher

leher, bagian tubuh yang menjadi simbol kekerasan hati

עָתָק

athaq · bersitegang

kaku, keras kepala, berbicara dengan angkuh

דָּבַר

dabar · berbicara

berkata, mengucapkan perkataan

Kombinasi 'leher' dan 'bersitegang' menunjukkan sikap pembangkangan yang nyata. Berbicara dengan leher kaku berarti menolak otoritas Allah dengan kata-kata yang menantang.

Tahukah kamu

Leher yang Tegang

Ungkapan 'leher bersitegang' (atau 'leher kaku') muncul beberapa kali dalam Alkitab untuk menggambarkan orang yang keras kepala. Ini bukan sekadar postur fisik, melainkan sikap hati.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 75:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 75:5

✕  Sering dikira

Ini hanya tentang fisik: melarang orang mengangkat leher secara harfiah.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah metafora untuk sikap sombong dan tidak mau tunduk kepada Allah.

✕  Sering dikira

Larangan ini hanya untuk orang fasik, bukan untuk orang percaya.

✓  Yang sebenarnya

Orang percaya juga bisa bersikap keras kepala dan perlu merendahkan diri.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 75:5

Periksa caramu berbicara: apakah nadamu sering angkuh atau merendahkan? Cobalah untuk berbicara dengan lembut dan rendah hati, karena kesombongan hanya mendatangkan kehancuran.

Tuhan, kendalikan lidahku dan pikiranku agar aku tidak sombong atau berbicara dengan nada tinggi. Ajarilah aku untuk selalu rendah hati dalam setiap perkataanku. Amin.