Siapa yang kumiliki di surga?

Mazmur 73:25

Melihat Allah di Tengah Kekacauan

PerikopJilid 3<br/>(Mazmur 73-89)<br/>Pergumulan dan Pengharapan · Mazmur 73:1-28 →
“Siapa yang aku miliki di surga? Dan, bersama Engkau, Aku tidak menginginkan apa pun di atas bumi.”

Mazmur 73:25 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 73:25?

Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah segala-galanya bagi pemazmur. Di surga, hanya Allah yang ia miliki, dan di bumi, bersama Allah, ia tidak menginginkan apa pun. Ini adalah ekspresi kepuasan total dan ketergantungan penuh kepada Allah.

Latar belakang

Pernyataan Radikal tentang Allah

Asaf, setelah bergumul dengan kemakmuran orang fasik, kini menyadari bahwa memiliki Allah adalah cukup. Pertanyaan retorisnya menegaskan bahwa tidak ada yang lebih berharga di surga maupun bumi selain Allah sendiri.

Di mana

Yerusalem

Di tempat kudus, merenung

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Mazmur pengakuan iman
Pembuangan ke Babel
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Asaf

Pemimpin paduan suara, ~1000 SM

U

Kepada

Umat Israel

Orang-orang yang bergumul dengan keadilan Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁמַיִם

shamayim · surga

Langit atau alam spiritual, tempat kediaman Allah.

לִי

li · milik

Kepunyaanku, sesuatu yang menjadi bagianku.

חָפֵץ

chaphets · mengingini

Menginginkan, merasa senang atau puas dengan.

Kata 'shamayim' dan 'chaphets' bersama-sama menunjukkan bahwa kepuasan sejati bukan di tempat, tetapi di dalam pribadi Allah. Asaf tidak sekadar ingin berada di surga, ia ingin Allah sendiri.

Tahukah kamu

Kata 'surga' dalam bahasa Ibrani

Kata Ibrani untuk 'surga' (shamayim) secara harfiah berarti 'tempat yang tinggi' atau 'langit', sering merujuk pada alam spiritual di mana Allah berdiam.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 73:25

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 73:25

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti kita tidak boleh menginginkan apa pun di dunia ini, termasuk hal-hal baik seperti keluarga atau pekerjaan.

✓  Yang sebenarnya

Asaf bukan mengatakan bahwa hal-hal duniawi tidak penting, tetapi bahwa Allah adalah kepuasan utama dan segala sesuatu dilihat dalam terang hubungan dengan-Nya.

✕  Sering dikira

Ini hanya tentang kehidupan setelah mati, bukan kehidupan sekarang.

✓  Yang sebenarnya

Asaf berbicara tentang hubungan dengan Allah yang berdampak pada kehidupan sekarang dan selama-lamanya.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 73:25

Saat kita merasa kurang atau iri dengan apa yang dimiliki orang lain, ingatlah bahwa kita memiliki Allah. Kepuasan sejati tidak ditemukan dalam harta atau pencapaian, tetapi dalam hubungan yang dekat dengan-Nya. Evaluasilah apakah kita benar-benar menganggap Allah sebagai cukup.

Tuhan, Engkau adalah satu-satunya yang aku miliki di surga dan di bumi; ajarilah aku untuk merasa puas hanya dalam hadirat-Mu. Amin.