Lidah Tajam Musuh
Mazmur 64:3
Doa Berlindung dari Fitnah
PerikopOrang Fasik dan Orang Benar · Mazmur 64:1-10 →“(64-4) yang mengasah lidah mereka seperti pedang, yang mengarahkan perkataan pahit mereka seperti anak panah,”Mazmur 64:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(64-4) yang menajamkan lidahnya seperti pedang, yang membidikkan kata yang pahit seperti panah,”Mazmur 64:3 · TB
Terjemahan Baru
“(64-4) Mereka membuat lidah mereka setajam pedang, dan melontarkan kata-kata kejam seperti panah.”Mazmur 64:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Who whet their tongue like a sword, and bend their bows to shoot their arrows, even bitter words:”Mazmur 64:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mazmur 64:3?
Daud menggambarkan musuhnya dengan metafora: lidah mereka seperti pedang yang tajam, dan perkataan pahit mereka seperti anak panah yang diarahkan. Ini menunjukkan kekuatan kata-kata untuk melukai dan menghancurkan.
Latar belakang
Senjata Kata-Kata
Daud menggambarkan musuh yang lidahnya tajam seperti pedang dan kata-kata pahit seperti anak panah. Mereka menyerang dengan fitnah dan perkataan yang menusuk.
Di mana
Yerusalem
Di tengah konflik, mungkin di istana
Kapan
~1000 SM
Kerajaan Daud
Yang berbicara
Daud
Raja Israel, pemazmur, ~30-70 tahun
Kepada
Allah
Sang Hakim yang adil
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁנַן
shanan · mengasah
Menajamkan, mengasah seperti pisau
לָשׁוֹן
lashon · lidah
Organ bicara, sering metafora untuk perkataan
דָּבָר מַר
davar mar · perkataan pahit
Kata-kata yang menyakitkan, penuh kepahitan
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa perkataan dapat menjadi senjata yang mematikan; musuh menggunakan kata-kata untuk melukai, bukan pedang sungguhan.
Tahukah kamu
Anak Panah
Anak panah pada zaman Daud terbuat dari kayu atau buluh dengan ujung logam, melambangkan serangan yang cepat dan mematikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 64:3
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mazmur 64:3
✕ Sering dikira
Musuh menggunakan senjata fisik.
✓ Yang sebenarnya
Metafora ini menekankan kekuatan kata-kata yang menyakiti.
✕ Sering dikira
Orang benar tidak boleh membela diri.
✓ Yang sebenarnya
Daud membela diri melalui doa, bukan balas dendam.
Renungan
Renungan Singkat Mazmur 64:3
Kata-kata bisa menjadi senjata yang menyakitkan. Kita harus berhati-hati dalam berbicara agar tidak melukai orang lain, dan ketika kita dilukai oleh kata-kata, kita bisa membawanya kepada Allah.
Ya Allah, jagalah lidahku agar tidak menjadi senjata yang melukai, dan lindungi aku dari perkataan yang menusuk, Amin.