Pedang di bibir, kutukan tanpa henti

Mazmur 59:8

Daud Dikepung, Allah Menjadi Benteng

(59-9) Namun, Engkau, ya TUHAN, tertawa atas mereka; Engkau mengejek seluruh bangsa.

Mazmur 59:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 59:8?

Ayat ini menunjukkan bahwa musuh mengeluarkan kata-kata tajam seperti pedang, dan mereka berpikir tidak ada yang mendengar atau memperhatikan. Namun, TUHAN tertawa melihat mereka karena Dia Mahatahu dan berkuasa atas segala bangsa. Ini menegaskan bahwa kesombongan manusia tidak berarti di hadapan Allah.

Latar belakang

Lidah setajam pedang

Daud melanjutkan metafora: musuh mengeluarkan kata-kata seperti pedang dari mulut mereka, menyombong bahwa tidak ada yang mendengar. Mereka merasa aman dalam fitnah dan ancaman.

Di mana

Yerusalem

Di dalam rumah Daud, malam hari

Kapan

~1010 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Saul mengirim mata-mata
Daud melarikan diri
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, pemazmur, sedang dikejar Saul

A

Kepada

Allah

TUHAN, Allah Israel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָבַע

nava · dicurahkan

mengalir keluar, memancar seperti mata air

חֶרֶב

cherev · pedang

senjata tajam untuk berperang

שָׂפָה

safah · bibir

bagian mulut; juga berarti bahasa atau ucapan

Kata-kata musuh mengalir seperti mata air, tetapi yang keluar adalah pedang penghancur—menunjukkan kekuatan verbal yang mematikan.

Tahukah kamu

Bibir dalam budaya Ibrani

Dalam budaya Timur Tengah kuno, 'bibir' sering melambangkan perkataan dan kehormatan; menyebut 'pedang di bibir' adalah metafora kuat untuk kekuatan kata-kata.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 59:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 59:8

✕  Sering dikira

Mengira 'pedang di bibir' berarti musuh benar-benar menyembunyikan pedang fisik di mulut.

✓  Yang sebenarnya

Itu gambaran retoris: perkataan mereka tajam dan mematikan seperti pedang.

✕  Sering dikira

Menganggap Daud membalas dengan kata-kata kasar.

✓  Yang sebenarnya

Daud mengadukan hal itu kepada Allah, bukan membalas.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 59:8

Kata-kata jahat dan fitnah mungkin terasa menusuk, tetapi ingatlah bahwa Tuhan mendengar semuanya dan Dia tidak tergerak oleh ancaman manusia. Jangan membalas dengan kejahatan, tetapi serahkan kepada Allah yang menertawakan kesombongan.

Bapa, ketika orang berkata jahat tentang saya, ingatkan saya bahwa Engkau mendengar dan berkuasa. Beri saya hati yang tenang. Amin.