Jiwa yang bertanya pada dirinya sendiri
Mazmur 42:11
Rindu kepada Allah di Tengah Penderitaan
PerikopJilid 2<br/>(Mazmur 42-72)<br/>Kerinduan kepada Allah · Mazmur 42:1-11 →“(42-12) Mengapa kamu menunduk, hai jiwaku? Mengapa kamu menggeram di dalamku? Nantikanlah Allah! Sebab, aku akan bersyukur lagi kepada Allah karena keselamatan di hadapan-Nya.”Mazmur 42:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”Mazmur 42:11 · TB
Terjemahan Baru
“(42-12) Mengapa hatiku sedih dan gelisah? Aku berharap kepada Allah. Maka aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, kepada Allahku dan penyelamatku.”Mazmur 42:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Why art thou cast down, O my soul? and why art thou disquieted within me? hope thou in God: for I shall yet praise him, who is the health of my countenance, and my God.”Mazmur 42:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mazmur 42:11?
Mazmur 42:11 adalah seruan kepada jiwa untuk tidak menunduk dan gelisah, melainkan menantikan Allah, karena pemazmur akan bersyukur lagi kepada-Nya. Ini adalah keputusan untuk percaya dan berharap kepada Allah di tengah depresi dan keputusasaan.
Latar belakang
Jiwa yang menunduk dan menggeram
Pemazmur berbicara kepada jiwanya sendiri: 'Mengapa kamu menunduk?' Ini adalah monolog batin yang jujur tentang depresi. Pertanyaan itu berputar pada dirinya sendiri, tetapi juga menjadi titik balik untuk mengarahkan harapan kepada Allah.
Di mana
Pembuangan atau pengungsian di dekat sumber Yordan
Di negeri asing, jauh dari Bait Allah
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu / Pembuangan?
Yang berbicara
Pemazmur (Anak-anak Korah)
Orang percaya yang sedang tertekan, mungkin seorang Lewi
Kepada
Jiwanya sendiri
Aspek batiniah yang sedang bergumul
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁחַח
shachach · menunduk
membungkuk karena beban dan kesedihan
הָמָה
hamah · menggeram
ribut, gemuruh, bergolak, tidak tenang
יָחַל
yachal · menantikan
menunggu dengan harapan yang teguh
Ada pergeseran dari 'mengapa' menjadi 'nantikanlah'. Kata-kata ini menunjukkan bahwa mengakui kegelisahan adalah langkah awal untuk berharap kepada Allah.
Tahukah kamu
'Menunduk' dalam bahasa Ibrani adalah 'syachach' yang juga berarti 'membungkuk' atau 'merendahkan diri'.
Kata yang sama dipakai untuk orang yang tunduk dalam ibadah, tetapi di sini menunjukkan jiwa yang tertekan, bukan ibadah yang benar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 42:11
Mazmur 43:5
pengulangan nyata
“Mengapa engkau menunduk, hai jiwaku? Berharaplah kepada Allah!”
Ratapan 3:24-25
harapan di tengah susah
“TUHAN adalah bagianku, kata jiwaku, sebab itu aku berharap kepada-Nya.”
Mazmur 62:6
harap kepada Allah
“Hanya pada Allah saja aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mazmur 42:11
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan untuk menyangkal perasaan sedih
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru mengakui perasaan itu, lalu mengarahkannya kepada Allah
✕ Sering dikira
Berharaplah hanya berarti menunggu pasif
✓ Yang sebenarnya
Dalam bahasa Ibrani, kata ini mengandung harapan yang aktif dan percaya
Renungan
Renungan Singkat Mazmur 42:11
Saat perasaanmu terpuruk, pilihlah untuk berharap kepada Allah, bukan pada keadaanmu. Dengan menantikan Dia, kamu akan menemukan kekuatan untuk bersyukur lagi.
Bapa, tolonglah aku untuk menantikan Engkau di tengah keputusasaanku, dan pulihkan sukacitaku agar aku dapat bersyukur kepada-Mu. Amin.