Dialog Jiwa yang Gelisah
Mazmur 43:5
Mengapa Engkau Menolak Aku?
“Mengapa kamu menunduk, hai jiwaku? Mengapa kamu menggeram di dalamku? Nantikanlah Allah! Sebab, aku akan bersyukur lagi kepada Allah karena keselamatan di hadapan-Nya.”Mazmur 43:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”Mazmur 43:5 · TB
Terjemahan Baru
“Mengapa hatiku sedih dan gelisah? Aku berharap kepada Allah, maka aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, kepada Allahku dan penyelamatku.”Mazmur 43:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Why art thou cast down, O my soul? and why art thou disquieted within me? hope in God: for I shall yet praise him, who is the health of my countenance, and my God.”Mazmur 43:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mazmur 43:5?
Pemazmur menegur jiwanya yang sedih dan gelisah untuk tetap berharap kepada Allah. Ia yakin bahwa ia akan bersyukur lagi karena Allah menolongnya.
Latar belakang
Menegur jiwa yang putus asa
Pemazmur bertanya mengapa jiwanya tertekan dan gelisah, lalu menasihati dirinya untuk menantikan Allah. Ini adalah pengakuan bahwa pujian akan kembali, karena Allah adalah keselamatan.
Di mana
Yerusalem
Di dalam hati, refleksi
Kapan
~1000 SM
Kerajaan Daud
Yang berbicara
Pemazmur
Orang saleh yang bergumul dengan jiwanya
Kepada
Jiwanya sendiri
Aspek batiniah manusia, pusat emosi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁחַח
shachach · menunduk
membungkuk, tertekan, direndahkan
הָמָה
hamah · menggeram
bergelora, ribut, gelisah
יְשׁוּעָה
yeshuah · keselamatan
pertolongan, kelepasan, kemenangan
Jiwa yang tertekan dan gelisah (shachach & hamah) justru dipanggil untuk berharap pada keselamatan (yeshuah). Ini menunjukkan bahwa pergumulan batin adalah nyata, tetapi bukan akhir dari cerita.
Tahukah kamu
Jiwa yang 'menunduk'
Kata 'menunduk' (shachach) dalam bahasa Ibrani bisa berarti 'membungkuk' atau 'tertekan', seperti rumput yang tertiup angin. Ini menggambarkan kondisi mental yang rendah dan tertekan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 43:5
Mazmur 42:5
Hampir sama persis
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah, sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, pertolongan wajahku dan Allahku.”
Mazmur 62:5
Menanti Allah
“Hanya pada Allah, hai jiwaku, tenanglah, sebab dari pada-Nya harapanku.”
Ratapan 3:25
Harapan pada Tuhan
“TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mazmur 43:5
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti kita tidak boleh sedih atau depresi.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru mengakui kesedihan, tetapi mengajak untuk mengarahkan harapan kepada Allah, bukan menekan perasaan.
✕ Sering dikira
'Menanti-nantikan' berarti pasif menunggu tanpa tindakan.
✓ Yang sebenarnya
Dalam bahasa Ibrani, menanti-nantikan (qavah) berarti harapan aktif yang tekun, seperti tali yang ditarik kencang, bukan sekadar pasif.
Renungan
Renungan Singkat Mazmur 43:5
Ketika kita merasa sedih atau gelisah, ingatkan diri kita untuk berharap kepada Allah. Harapan itu bukan hanya perasaan, tetapi keputusan untuk menanti pertolongan-Nya, seperti pemazmur yang berbicara pada jiwanya sendiri.
Tuhan, ajari aku untuk terus berharap kepada-Mu, dan pulihkanlah sukacitaku oleh karena keselamatan-Mu. Amin.