Bebas dari Malu

Mazmur 119:6

Jalan Hidup di dalam Firman-Mu

PerikopAlef · Mazmur 119:1-8 →
“Karena itu, aku takkan dipermalukan, jika aku memperhatikan segala perintah-Mu.”

Mazmur 119:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 119:6?

Jika kita setia memperhatikan dan melakukan perintah-perintah Tuhan, kita tidak akan dipermalukan. Ayat ini meyakinkan bahwa ketaatan membawa kehormatan dan perlindungan dari rasa malu.

Latar belakang

Ketaatan Membawa Kehormatan

Pemazmur menyatakan bahwa jika ia memperhatikan semua perintah Tuhan, ia tidak akan dipermalukan. Ini menunjukkan bahwa ketaatan menghasilkan integritas yang melindungi dari rasa malu.

Di mana

Yerusalem

Refleksi pribadi, mungkin sambil membaca Taurat

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud diurapi raja
Bait Suci didirikan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Orang beriman yang percaya bahwa ketaatan membawa kepercayaan diri.

D

Kepada

Diri sendiri / Pembaca

Pemazmur berbicara kepada dirinya dan juga kepada semua orang yang bergumul.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אֵבוֹשׁ

evosh · dipermalukan

Merasa malu atau kecewa karena harapan gagal

אַבִּיט

abbith · memperhatikan

Melihat dengan saksama, memeriksa dengan teliti

מִצְוֹתֶיךָ

mitsvotekha · perintah-perintah-Mu

Perintah yang spesifik yang mengatur hidup

Memperhatikan perintah berarti tidak sekadar membaca, tetapi merenungkan dan menerapkannya. Itu menjadi dasar untuk berani menghadapi segala situasi.

Tahukah kamu

Kata 'dipermalukan' muncul beberapa kali dalam Mazmur 119

Tepatnya muncul 7 kali (ayat 6, 31, 46, 80, 116, 117, dan 122), menunjukkan pentingnya kehormatan dalam hidup beriman.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 119:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 119:6

✕  Sering dikira

Menganggap bahwa ketaatan menjamin hidup tanpa masalah.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini berbicara tentang tidak dipermalukan dalam arti integritas, bukan bebas dari kesulitan.

✕  Sering dikira

Mengira bahwa rasa malu berasal dari pandangan manusia semata.

✓  Yang sebenarnya

Rasa malu yang dimaksud adalah berdiri dengan teguh di hadapan Allah dan manusia karena hidup benar.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 119:6

Ketika kita setia pada kebenaran, kita tidak perlu takut akan penilaian manusia. Hiduplah dengan berani dan percaya diri karena hatimu bersih di hadapan Tuhan.

Tuhan, berikan aku ketekunan untuk selalu memperhatikan perintah-Mu, sehingga aku tidak akan dipermalukan. Amin.