Ejekan bangsa-bangsa

Mazmur 115:2

Allah Kita di Surga, Berhala di Bumi

PerikopKasih setia TUHAN yang Kekal · Mazmur 115:1-18 →
“Mengapa bangsa-bangsa harus berkata, “Di mana Allah mereka?””

Mazmur 115:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 115:2?

Ayat ini adalah pertanyaan retoris yang mencerminkan ejekan bangsa-bangsa lain yang meragukan keberadaan dan kuasa Allah. Pemazmur menyadari bahwa kehadiran Allah dipertanyakan, dan ini menjadi alasan untuk berdoa agar Allah bertindak.

Latar belakang

Pertanyaan menantang dari bangsa asing

Bangsa-bangsa mengejek Israel dengan mempertanyakan keberadaan Allah mereka, seolah-olah Ia tidak nyata. Pemazmur mengutip ejekan ini untuk menunjukkan kepedihan umat dan menjadi alasan untuk memohon pertolongan Tuhan.

Di mana

Yerusalem

Di tengah komunitas Israel, saat berdoa

Kapan

~500 SM

Setelah pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Babel
Kedatangan Mesias
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur

Penyembah Israel yang mewakili umat dalam doa

B

Kepada

Bangsa-bangsa

Orang-orang non-Israel yang mencemooh Tuhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לָמָּה

lammah · mengapa

pertanyaan retoris yang menantang atau menyiratkan ketidakberdayaan.

גּוֹיִם

goyim · bangsa-bangsa

bangsa-bangsa non-Israel, sering kali bermusuhan.

אָמַר

amar · berkata

mengatakan, di sini berupa celaan.

Kombinasi 'mengapa' dan 'bangsa-bangsa' menunjukkan bahwa ejekan ini bukan sekadar pertanyaan, tetapi senjata untuk merendahkan iman Israel.

Tahukah kamu

Ejekan yang sama muncul di Mazmur 42

Pertanyaan 'Di mana Allahmu?' adalah ejekan umum yang dihadapi umat Israel di masa pembuangan, menunjukkan penderitaan yang berkelanjutan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 115:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 115:2

✕  Sering dikira

Allah benar-benar tidak ada atau tidak peduli.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini justru menegaskan keberadaan Allah, hanya saja bangsa-bangsa meragukan-Nya karena situasi umat.

✕  Sering dikira

Pertanyaan itu hanya retoris tanpa dampak.

✓  Yang sebenarnya

Pertanyaan itu menyakitkan dan memicu respons doa dari pemazmur.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 115:2

Saat orang lain meragukan iman kita atau mengejek Tuhan, janganlah putus asa. Anggaplah itu sebagai dorongan untuk semakin percaya dan bersaksi melalui tindakan nyata.

Tuhan, ketika orang mempertanyakan-Mu, teguhkanlah imanku dan biarlah hidupku menjadi jawaban atas keraguan mereka. Amin.