Mencurahkan Keluhan di Tengah Penderitaan
Mazmur 102:1
Doa Orang yang Tertekan dan Pengharapan akan Sion
“Doa orang yang menderita ketika dia lemah dan ingin mencurahkan semua keluhannya di hadapan TUHAN. (102-2) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.”Mazmur 102:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN. (102-2) TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada- Mu.”Mazmur 102:1 · TB
Terjemahan Baru
“Doa orang sengsara yang dalam keadaan letih lesu mengeluh kepada TUHAN. (102-2) Ya TUHAN, dengarlah doaku, biarlah seruanku sampai kepada-Mu.”Mazmur 102:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Hear my prayer, O LORD, and let my cry come unto thee.”Mazmur 102:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mazmur 102:1?
Mazmur 102:1 adalah pembukaan doa seorang yang sangat menderita. Dia merasa lemah dan ingin mencurahkan semua keluhannya kepada Tuhan. Dia memohon agar Tuhan mendengar seruannya dan menerima doanya. Ini menunjukkan bahwa dalam penderitaan, kita boleh datang kepada Tuhan dengan jujur dan terbuka.
Latar belakang
Doa dalam Penderitaan ekstrem
Pemazmur membuka doanya dengan menggambarkan dirinya sebagai orang yang menderita dan lemah. Dia ingin mencurahkan semua keluhannya kepada TUHAN, menunjukkan betapa beratnya beban yang dia tanggung dan kebutuhan mendesak akan perhatian Allah.
Di mana
Yerusalem
Dalam doa pribadi, mungkin di tempat sunyi sekitar Yerusalem atau di pembuangan
Kapan
~587 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Pemazmur
Orang saleh yang sedang tertekan, mungkin seorang tawanan atau orang buangan di Babel (~587 SM).
Kepada
TUHAN
Allah Israel, yang disembah dan diharapkan mendengar doa.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָנִי
ʿanî · menderita
Tertekan, rendah hati, atau ditindas secara sosial/ekonomi.
עָטַף
ʿāṭap · lemah
Layu, menjadi lemah, atau pingsan karena kelelahan.
שָׁפַךְ
šāp̄aḵ · mencurahkan
Mencurahkan atau menuangkan seperti air, menggambarkan keluhan yang meluap.
Ketiga kata ini menunjukkan totalitas penderitaan: menjadi 'anî' (tertekan), 'atap' (layu), dan 'shafak' (mencurahkan) menggambarkan doa yang mengalir deras dari hati yang hancur.
Tahukah kamu
Tajuk Khusus Mazmur
Ayat ini sebenarnya adalah tajuk (title) dari Mazmur 102, dan penomoran dalam Alkitab Ibrani sedikit berbeda—ayat 1 di sini sering diberi nomor ayat 2 dalam terjemahan tertentu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 102:1
1 Samuel 1:15
Mencurahkan isi hati
“Aku ini seorang perempuan yang pedih hati; aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.”
Mazmur 142:2
Mencurahkan keluhan
“Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan kepada-Nya.”
Mazmur 22:24
Perhatian kepada yang tertindas
“Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas; Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepadanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mazmur 102:1
✕ Sering dikira
Menganggap doa ini hanya untuk orang yang sangat berdosa.
✓ Yang sebenarnya
Penderitaan di sini tidak dihubungkan dengan dosa tertentu, tetapi merupakan kondisi yang umum dialami umat Allah.
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini hanya untuk konteks pribadi, tanpa makna komunal.
✓ Yang sebenarnya
Mazmur ini memiliki dimensi kolektif—penderitaan pemazmur terkait dengan kehancuran Sion dan bangsa Israel.
Renungan
Renungan Singkat Mazmur 102:1
Saat kamu merasa tertekan dan tidak berdaya, jangan menahan keluhanmu. Bawa semuanya kepada Tuhan dalam doa, karena Dia mau mendengar. Jangan merasa harus kuat sendiri; Tuhan mengundangmu untuk mencurahkan isi hatimu.
Ya Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan segala kelemahanku dan keluhanku; dengarkanlah seruanku dan terimalah doaku. Amin.