Apakah kamu percaya Aku bisa?
Matius 9:28
Pengampunan, Pemanggilan, dan Mujizat
“Setelah Dia memasuki rumah itu, kedua orang buta tersebut mendatangi-Nya, lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Apakah kamu percaya kalau Aku dapat melakukan hal ini?” Mereka berkata kepada-Nya, “Ya, Tuhan!””Matius 9:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Matius 9.29–35 42”Matius 9:28 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Yesus masuk ke dalam rumah, kedua orang buta itu datang kepada-Nya. Yesus bertanya kepada mereka, "Apa kalian percaya bahwa Aku dapat menyembuhkan kalian?" "Percaya, Pak!" jawab mereka.”Matius 9:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sewaktu Dia masuk ke suatu rumah, kedua orang buta itu datang menghadap-Nya. Yesus bertanya kepada mereka, “Apakah kalian percaya bahwa Aku sanggup membuat kalian melihat lagi?” Jawab mereka, “Ya Tuhan, kami percaya.””Matius 9:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when he was come into the house, the blind men came to him: and Jesus saith unto them, Believe ye that I am able to do this? They said unto him, Yea, Lord.”Matius 9:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 9:28?
Yesus bertanya kepada orang buta itu, "Apakah kamu percaya Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab, "Ya, Tuhan." Ini menunjukkan bahwa iman adalah syarat untuk menerima mujizat dari Yesus.
Latar belakang
Pertanyaan yang menguji bukan meragukan
Yesus menunggu sampai mereka masuk ke dalam rumah sebelum bertanya. Ini bukan Yesus yang ragu atau perlu diyakinkan — ini ujian iman yang juga merupakan kesempatan bagi mereka untuk menyatakan kepercayaan mereka secara eksplisit. Jawaban mereka singkat tapi tegas: 'Ya, Tuhan.'
Di mana
Sebuah rumah di Kapernaum
Di dalam rumah, jauh dari kerumunan
Kapan
~30 M
Sebelum penyembuhan dua orang buta
Yang berbicara
Yesus
Bertanya kepada dua orang buta tentang iman mereka
Kepada
Dua orang buta
Yang sudah mengikuti Yesus ke dalam rumah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πιστεύετε
pisteuete · believe
Percaya — kata kerja plural, bertanya kepada keduanya sekaligus
δύναμαι
dynamai · able
Mampu/bisa — tentang kapasitas, bukan kesediaan
ναί, κύριε
nai, kyrie · Yes, Lord
Ya, Tuhan/Tuanku — pengakuan iman yang singkat tapi penuh
Pertanyaan tentang dynamai (kemampuan) dijawab dengan nai, kyrie (ya, Tuhan) — iman mereka tidak panjang-panjang tapi langsung dan tegas, itulah yang Yesus cari.
Tahukah kamu
Yesus tidak langsung menyembuhkan di tempat umum
Berbeda dengan kebanyakan penyembuhan yang terjadi di depan banyak orang, kali ini Yesus menunggu sampai mereka masuk ke dalam rumah. Ini mungkin terkait dengan pola Yesus menghindari ketenaran mesianik yang prematur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 9:28
Markus 9:23
Iman yang mengakui kemampuan Allah
“Kalau Engkau dapat?... Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.”
Matius 17:20
Ukuran iman bukan masalah, tapi kebenaran arah iman
“Kalau kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja...”
Yohanes 11:26
Yesus yang bertanya tentang iman sebelum mujizat
“Percayakah engkau akan hal ini?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 9:28
✕ Sering dikira
Yesus perlu keyakinan mereka agar punya kekuatan untuk menyembuhkan
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan Yesus bukan karena Dia membutuhkan iman mereka sebagai 'bahan bakar' — tapi karena iman adalah respons yang tepat yang Yesus ingin ada sebelum bertindak.
✕ Sering dikira
Jawaban singkat mereka menunjukkan kurangnya pengetahuan tentang Yesus
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — jawaban singkat 'Ya, Tuhan' adalah pengakuan iman yang padat dan tepat sasaran.
Renungan
Renungan Singkat Matius 9:28
Pertanyaan Yesus masih relevan bagi kita hari ini. Apakah kita benar-benar percaya bahwa Dia sanggup mengubah hidup kita? Iman yang tulus, sekecil apa pun, membuka pintu bagi kuasa-Nya untuk bekerja.
Tuhan, aku percaya Engkau sanggup melakukan segala sesuatu; tolonglah aku yang percaya ini dengan penuh keyakinan. Amin.