Izinkan aku kubur ayahku dulu
Matius 8:21
Mujizat-Mujizat di Galilea
“Satu dari para murid berkata kepada-Nya, “Tuhan, izinkanlah aku untuk terlebih dahulu pergi dan menguburkan ayahku.””Matius 8:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."”Matius 8:21 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu seorang pengikut-Nya yang lain berkata, "Pak, izinkanlah saya pulang dahulu untuk menguburkan ayah saya."”Matius 8:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Seorang lain yang mengikuti Yesus juga berkata kepada-Nya, “Tuan, saya ingin selalu mengikut engkau. Tetapi izinkanlah saya pulang dulu. Setelah ayah saya meninggal dan dikuburkan, saya akan mengikut engkau.””Matius 8:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And another of his disciples said unto him, Lord, suffer me first to go and bury my father.”Matius 8:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 8:21?
Seorang murid meminta izin untuk menguburkan ayahnya sebelum mengikuti Yesus. Permintaan ini mungkin saja ayahnya masih hidup atau sudah meninggal, dan ia ingin menunda panggilan. Yesus menjawab dengan tegas bahwa mengikut Dia harus menjadi prioritas utama, bahkan di atas kewajiban keluarga.
Latar belakang
Permintaan yang sangat wajar secara budaya
Dalam budaya Yahudi, menguburkan orang tua adalah kewajiban paling suci yang bisa dilakukan seorang anak — bahkan lebih penting dari membaca Taurat atau melakukan ibadah lainnya. Permintaan murid ini bukan alasan murahan atau penundaan yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah tugas yang dianggap wajib secara agama dan sosial.
Di mana
Tepi Danau Galilea, Kapernaum
Di tepi danau · menjelang keberangkatan
Kapan
~28 M
Pelayanan awal di Galilea
Yang berbicara
Seorang murid
Salah satu pengikut Yesus yang belum disebutkan namanya
Kepada
Yesus
Rabi dari Nazaret, ~30 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐπίτρεψόν
epítrepson · izinkanlah
Imperatif aorist dari epitrépō — beri izin, percayakan; permintaan yang sopan tapi mengandung keinginan untuk menunda.
πρῶτον
prōton · terlebih dahulu
Pertama-tama, terlebih dahulu — kata kunci; ini soal prioritas. Apa yang harus datang lebih dulu?
θάψαι
thápsai · menguburkan
Aorist infinitif dari tháptō — menguburkan; dalam hukum Yahudi, penguburan orang tua adalah kewajiban paling mendasar seorang anak.
Kata prōton (terlebih dahulu) mengungkap inti persoalannya: bukan apakah menguburkan ayah itu penting, tapi apakah itu boleh menjadi prioritas di atas panggilan mengikut Yesus sekarang.
Tahukah kamu
Apakah ayahnya sudah mati?
Ada perdebatan menarik di kalangan penafsir: apakah ayah murid ini sudah mati sekarang, atau baru akan mati di masa depan? Beberapa penafsir berpendapat frase ini berarti 'izinkan aku menunggu sampai ayahku meninggal barulah aku ikut' — yang mengubah maknanya secara signifikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 8:21
Lukas 9:59-60
paralel Lukas
“Tetapi kepada seorang lain Ia berkata: Ikutlah Aku! Orang itu berkata: Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
1 Raja-Raja 19:20
minta pamit dulu
“Elisa meninggalkan lembu itu lalu berlari mengikuti Elia. Katanya: Biarkanlah aku mencium ayah dan ibuku dahulu.”
Ulangan 21:23
kewajiban penguburan
“Mayatnya janganlah tinggal semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 8:21
✕ Sering dikira
Permintaan ini adalah contoh kemalasan rohani atau tidak serius mengikut Yesus
✓ Yang sebenarnya
Menguburkan orang tua adalah kewajiban paling suci dalam budaya Yahudi — murid ini tidak sedang bermalas-malasan, tapi menghadapi dilema nyata antara dua kewajiban yang sama-sama berat.
✕ Sering dikira
Ini permintaan yang sederhana dan seharusnya dikabulkan saja
✓ Yang sebenarnya
Konteks keberangkatan segera dan jawaban Yesus menunjukkan bahwa ini momen kritis — ada urgensi dalam misi yang melampaui bahkan kewajiban budaya yang paling suci.
Renungan
Renungan Singkat Matius 8:21
Panggilan Yesus menuntut komitmen penuh dan segera. Terkadang kita menunda-nunda untuk taat karena alasan keluarga atau tanggung jawab lain. Evaluasilah apakah ada hal yang kita jadikan alasan untuk tidak segera mengikut Yesus.
Tuhan, berikan aku hati yang taat dan segera untuk mengikuti panggilan-Mu, tanpa menunda karena hal lain, Amin.