Elisa Minta Izin

1 Raja-raja 19:20

Panggilan Elisa

Kemudian, dia meninggalkan sapi-sapi jantan itu dan berlari mengikuti Elia, katanya, “Biarlah aku mencium ayahku dan ibuku dan aku akan pergi mengikutimu.” Elia berkata, “Pergilah, kembalilah, tetapi ingatlah apa yang telah aku lakukan kepadamu.”

1 Raja-raja 19:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 19:20?

Elisa meminta izin untuk berpamitan kepada orang tuanya sebelum mengikuti Elia. Elia memberi izin, tetapi mengingatkan Elisa untuk mengingat apa yang telah dilakukan Elia kepadanya.

Latar belakang

Permintaan Elisa

Elisa berlari mengejar Elia dan meminta izin untuk berpamitan kepada orang tuanya. Elia menjawab dengan mengingatkan bahwa panggilan itu tidak bisa ditunda.

Di mana

Abel-Mehola

Di ladang pembajakan, siang hari

Kapan

~875 SM

Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Elia melemparkan jubah
Elisa mengurbankan lembu
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Raja-raja

Narator kitab sejarah, menyusun tradisi Israel

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat yang merenungkan kepatuhan pada Tuhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָזַב

azav · meninggalkan

meninggalkan, melepaskan

אַחֲרֵי

acharei · mengikuti

di belakang, mengikuti

עָשָׂה

asah · melakukan

membuat, bertindak

Bahasa ini menekankan bahwa mengikuti panggilan berarti melepaskan ikatan lama dan berjalan di belakang pemimpin baru.

Tahukah kamu

Ciuman Perpisahan

Mencium orang tua adalah tanda hormat, tetapi Elia mengingatkan bahwa panggilan Tuhan lebih utama.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 19:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 19:20

✕  Sering dikira

Elia marah dan menyuruh Elisa pergi.

✓  Yang sebenarnya

Elia menegaskan bahwa panggilan harus diutamakan, tetapi Elisa tetap diizinkan berpamitan.

✕  Sering dikira

Elisa ragu-ragu untuk mengikuti.

✓  Yang sebenarnya

Ia minta izin sebagai bentuk hormat, bukan keraguan.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 19:20

Mengikuti panggilan Tuhan tidak berarti harus memutuskan hubungan keluarga. Namun, kita perlu bijak dalam mengatur prioritas dan tetap setia pada komitmen yang sudah dibuat.

Ya Tuhan, ajari aku untuk mengasihi keluargaku sambil tetap setia kepada panggilan-Mu. Tolong aku menemukan keseimbangan yang benar. Amin.