Yesus memperingatkan soal kesalehan yang pamer
Matius 6:1
Berdoa, Berpuasa, dan Beriman: Cara yang Benar
““Waspadalah dalam melakukan kewajiban agamamu di hadapan manusia, untuk dilihat oleh mereka. Jika demikian, kamu tidak akan menerima upah dari Bapamu yang di surga.”Matius 6:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”Matius 6:1 · TB
Terjemahan Baru
“"Ingatlah, jangan kalian melakukan kewajiban agama di depan umum supaya dilihat orang. Kalau kalian berbuat begitu, kalian tidak akan diberi upah oleh Bapamu di surga.”Matius 6:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Hati-hatilah! Jangan memamerkan perbuatan baikmu di depan umum supaya dilihat dan dipuji orang. Kalau kamu melakukannya, kamu tidak akan menerima upah atas perbuatan baikmu itu dari Bapamu yang di surga.”Matius 6:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Take heed that ye do not your alms before men, to be seen of them: otherwise ye have no reward of your Father which is in heaven.”Matius 6:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 6:1?
Yesus memperingatkan agar kita tidak melakukan ibadah atau kebaikan hanya untuk dilihat orang. Jika motivasi kita adalah pujian manusia, maka itu sudah menjadi upah kita. Allah ingin kita berbuat baik dengan tulus, bukan untuk pamer. Ayat ini mengajarkan bahwa ibadah yang sejati berfokus pada Allah, bukan pada pengakuan manusia.
Latar belakang
Kesalehan buat siapa?
Yesus tidak melarang melakukan kebaikan — Ia memperingatkan soal motivasi. Kalimat pembuka pasal 6 ini langsung menusuk: 'untuk dilihat oleh mereka.' Masalahnya bukan perbuatannya, tapi penontonnya. Kalau perbuatan baik dilakukan buat pujian manusia, upahnya sudah habis di situ saja.
Di mana
Lereng bukit dekat Kapernaum, Galilea
Padang terbuka, kerumunan duduk mendengar Yesus mengajar
Kapan
~30 M
Khotbah di Bukit, bagian kedua
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, sedang mengajar di Khotbah di Bukit
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
Orang Yahudi Galilea yang terbiasa dengan praktik keagamaan publik
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
δικαιοσύνην
kewajiban agama / kesalehan · righteous deeds / piety
Bukan sekadar kebaikan umum — merujuk pada praktik kesalehan konkret: sedekah, doa, puasa
θεαθῆναι
untuk dilihat · to be seen
Dari kata teater — artinya benar-benar ditonton seperti di panggung
μισθόν
upah · reward
Upah pekerja harian — sesuatu yang jelas, konkret, sudah dibayar lunas
Tiga kata ini membentuk peringatan yang tajam: praktik kesalehan (δικαιοσύνην) yang dilakukan sebagai pertunjukan (θεαθῆναι) akan mendapat upah (μισθόν) yang sudah lunas dari penonton manusia — dan tidak ada sisa dari Tuhan.
Tahukah kamu
Kata 'untuk dilihat' berasal dari akar kata teater
Kata Yunani di balik 'untuk dilihat' adalah theathenai, dari akar kata yang sama dengan teater. Kesalehan yang Yesus kritik ini literally adalah pertunjukan panggung.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 6:1
Amsal 16:2
Tuhan melihat motivasi, bukan penampilan luar
“Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati”
Lukas 16:15
Pujian manusia bisa bertentangan dengan penilaian Allah
“Apa yang dikagumi manusia adalah kekejian di hadapan Allah”
Yohanes 5:44
Mencari pujian manusia menghalangi iman yang sejati
“Bagaimana kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat dari satu sama lain”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 6:1
✕ Sering dikira
Yesus melarang melakukan kebaikan di depan orang lain sama sekali
✓ Yang sebenarnya
Matius 5:16 justru menyuruh cahayamu bersinar — yang dilarang adalah melakukan kebaikan demi dilihat, bukan kebaikannya sendiri
✕ Sering dikira
Upah dari Tuhan bersifat otomatis asal tidak pamer
✓ Yang sebenarnya
Konteksnya lebih luas: keseluruhan pasal 6 menunjuk pada relasi intim dengan Bapa, bukan sekadar transaksi rahasia
Renungan
Renungan Singkat Matius 6:1
Periksa hatimu: apakah kamu sering berbuat baik supaya dipuji? Cobalah melakukan satu kebaikan tanpa memberi tahu siapa pun, hanya untuk Allah. Biarkan Bapa di surga yang melihat dan menghargai.
Bapa, murnikan motivasiku dalam beribadah dan berbuat baik, agar semua kulakukan untuk kemuliaan-Mu, bukan untuk pujian manusia. Amin.