Imam Besar berdiri menantang Yesus untuk membela diri
Matius 26:62
Malam Paling Berat dalam Sejarah
“Kemudian, Imam Besar berdiri dan berkata kepada Yesus, “Apakah Engkau tidak punya jawaban? Apa yang orang-orang ini saksikan terhadap-Mu?””Matius 26:62 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau Matius 26.63–69 152 memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"”Matius 26:62 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu imam agung berdiri, dan berkata kepada Yesus, "Apakah Engkau tidak menjawab tuduhan yang ditujukan kepada-Mu itu?"”Matius 26:62 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian imam besar berdiri dan berkata kepada Yesus, “Kenapa kamu tidak menjawab?! Banyak orang sudah bersaksi tentang kesalahan-kesalahanmu.””Matius 26:62 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the high priest arose, and said unto him, Answerest thou nothing? what is it which these witness against thee?”Matius 26:62 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 26:62?
Imam Besar berdiri dan menanyai Yesus, meminta-Nya menjawab tuduhan para saksi palsu. Ini menunjukkan pengadilan yang tidak adil, di mana Yesus diperlakukan sebagai terdakwa padahal tidak bersalah.
Latar belakang
Imam Besar yang frustrasi
Setelah kesaksian tentang Bait Allah, Kayafas mengharapkan Yesus membela diri atau setidaknya merespons — karena respons apapun bisa dipakai sebagai bukti. Tapi Yesus diam. Frustrasi, Kayafas berdiri (tindakan dramatis yang tidak lazim) dan langsung memancing dengan pertanyaan yang mengekspos-Nya.
Di mana
Ruang sidang istana Kayafas, Yerusalem
Kayafas berdiri — tanda dramatis dalam persidangan Yahudi — menghadap langsung ke Yesus
Kapan
~30 M
Pekan Sengsara — Kamis dini hari
Yang berbicara
Kayafas
yang kehilangan kesabaran dan turun tangan sendiri
Kepada
Yesus dan seluruh Sanhedrin
yang menantikan bagaimana Yesus akan merespons
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀναστὰς
anastas · berdiri
Bangkit berdiri — kata yang sama dengan kebangkitan; ironi: yang berdiri untuk mengeksekusi Yesus memakai kata yang menandai kebangkitan Yesus
οὐδὲν ἀποκρίνῃ
ouden apokriny · tidak punya jawaban
Tidak menjawab apapun — diam total, bukan jawaban yang tidak memadai
τί οὗτοί σου καταμαρτυροῦσιν
ti houtoi sou katamartyrousi · apa yang orang-orang ini saksikan
Apa yang mereka saksikan terhadapmu — kata 'kata' (terhadap) menunjukkan ini sudah posisi oposisi, bukan pencarian netral
Kayafas 'anastas' (bangkit/berdiri) — menggunakan kata yang sama dengan kebangkitan untuk konfrontasi yang dimaksudkan mengakhiri hidup Yesus. Tapi diam Yesus menggenapi nubuat Yesaya 53:7: 'seperti domba yang digiring ke pembantaian, ia tidak membuka mulutnya.'
Tahukah kamu
Imam Besar seharusnya duduk dalam persidangan
Dalam prosedur Sanhedrin, hakim harus duduk saat sidang berlangsung. Kayafas berdiri adalah gerakan yang tidak protokoler — menunjukkan dia tidak lagi bisa mengendalikan dirinya dan memilih konfrontasi langsung daripada prosedur normal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 26:62
Yesaya 53:7
diam Yesus menggenapi nubuat Hamba yang menderita
“Ia dianiaya, tetapi ia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.”
1 Petrus 2:23
Petrus kemudian merenungkan diam Yesus di pengadilan
“Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam.”
Yohanes 19:9-10
pola diam yang sama diulang di hadapan Pilatus
“Pilatus bertanya: Dari manakah asal-Mu? Tetapi Yesus tidak memberi jawaban.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 26:62
✕ Sering dikira
Yesus diam karena tidak tahu harus menjawab apa terhadap tuduhan Bait Allah.
✓ Yang sebenarnya
Yesus memilih diam — Dia tahu persis jawabannya, tapi memilih untuk tidak memberikan amunisi kepada proses yang sudah korup ini.
✕ Sering dikira
Diam Yesus adalah tanda kelemahan atau kekalahan.
✓ Yang sebenarnya
Diam adalah strategi yang dipilih secara sadar, dan menggenapi nubuat Yesaya 53 tentang Hamba yang tidak membuka mulut.
Renungan
Renungan Singkat Matius 26:62
Terkadang kita dihakimi secara tidak adil oleh orang lain. Seperti Yesus, kita bisa memilih untuk tidak terprovokasi dan tetap tenang, karena kita tahu Tuhan adalah hakim yang adil yang melihat segala sesuatu.
Bapa, saat aku dihakimi secara tidak adil, tolong aku untuk tetap tenang dan percaya bahwa Engkau akan membela kebenaran. Amin.