Roti dipecah, tubuh diserahkan
Matius 26:26-30
Peringatan akan Tubuh dan Darah Kristus
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Roti jadi simbol tubuh yang akan dikorbankan
Di tengah makan malam Paskah, Yesus tiba-tiba mengambil roti biasa dan mendefinisikan ulang maknanya. Ini bukan ritual yang sudah ada — Dia sedang menciptakan sesuatu yang baru di sana dan saat itu. Para murid pasti bingung karena kata-kata itu terdengar sangat harfiah.
Di mana
Ruang Atas, Yerusalem
Ruangan besar di lantai atas, meja penuh makanan Paskah, malam hari
Kapan
~30 M
Pekan Sengsara — Kamis malam
Yang berbicara
Yesus
tuan rumah perjamuan yang sebentar lagi jadi korban
Kepada
Kedua belas murid
masih makan bersama, tidak sadar apa yang sedang dimulai
Arti tiap ayat
Penjelasan Matius 26:26-30 Ayat per Ayat
Matius 26:26
Saat makan malam, Yesus mengambil roti, memberkatinya, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada murid-murid, berkata, 'Ambillah dan makanlah, ini adalah tubuh-Ku.' Ini adalah penetapan Perjamuan Kudus,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 26:27
Yesus mengambil cawan, mengucap syukur, dan memberikannya kepada murid-murid, meminta mereka semua minum dari cawan itu. Ini menandakan perjanjian baru yang akan segera berlaku melalui darah-Nya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 26:28
Yesus menjelaskan bahwa cawan itu adalah darah-Nya, darah perjanjian yang ditumpahkan untuk banyak orang demi pengampunan dosa. Ini menunjukkan korban Kristus yang membawa pengampunan bagi semua orang yang percaya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 26:29
Yesus berkata Dia tidak akan minum anggur lagi sampai hari ketika Dia meminum anggur yang baru dalam Kerajaan Bapa. Ini menggambarkan penantian akan pesta eskatologis di akhir zaman.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 26:30
Setelah menyanyikan pujian, Yesus dan murid-murid pergi ke Bukit Zaitun. Ini menunjukkan sikap Yesus yang tetap memuji Allah bahkan saat menghadapi penderitaan, dan ketaatan-Nya pada rencana Bapa.
Arti lengkap, studi kata & renungan →