Yesus: kamu tersesat karena tidak paham Kitab Suci
Matius 22:29
Undangan yang Ditolak & Pertanyaan Jebakan
“Akan tetapi, Yesus menjawab dan berkata kepada mereka, “Kamu tersesat, tidak mengerti Kitab Suci ataupun kuasa Allah.”Matius 22:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!”Matius 22:29 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus menjawab, "Kalian keliru sekali, sebab kalian tidak mengerti Alkitab, maupun kuasa Allah.”Matius 22:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yesus menjawab, “Kalian sangat keliru karena tidak tahu apa yang tertulis dalam Kitab Suci dan tidak mengenal kuasa Allah.”Matius 22:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Jesus answered and said unto them, Ye do err, not knowing the scriptures, nor the power of God.”Matius 22:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 22:29?
Yesus menegur orang Saduki bahwa mereka tersesat karena tidak mengerti Kitab Suci ataupun kuasa Allah. Mereka tidak memahami ajaran tentang kebangkitan yang sebenarnya, dan mereka meremehkan kuasa Allah yang sanggup membangkitkan orang mati. Kesalahan mereka adalah menilai kebenaran Allah dengan logika manusia.
Latar belakang
Diagnosa masalah sebelum memberikan jawaban
Sebelum menjawab pertanyaan spesifik, Yesus mengidentifikasi dua akar masalah: tidak mengerti Kitab Suci dan tidak mengerti kuasa Allah. Ini adalah cara yang khas Yesus — bukan sekadar menjawab, tapi mendiagnosa masalah yang lebih dalam yang menghasilkan pertanyaan yang salah.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Debat teologis publik, Yesus mulai menjawab
Kapan
~30 M
Pekan terakhir pelayanan Yesus
Yang berbicara
Yesus
Langsung menyerang akar masalah: kesalahan epistemologis Saduki
Kepada
Orang-orang Saduki dan publik
Di Bait Allah, mendengarkan respons Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πλανᾶσθε
kamu tersesat · you are wrong
Dari kata 'planaō' — tersesat, disesatkan; akar dari kata 'planet' karena bintang mengembara
γραφάς
Kitab Suci · scriptures
Teks-teks kudus — dalam konteks ini merujuk pada seluruh Perjanjian Lama
δύναμιν τοῦ θεοῦ
kuasa Allah · power of God
Kemampuan dan kewenangan ilahi yang tidak terbatas oleh nalar manusia
Dua sumber masalah: tidak mengerti teks (Kitab Suci) dan tidak mengerti pribadi (kuasa Allah). Keduanya diperlukan untuk teologi yang sehat — tekstual dan pengalaman akan Allah yang nyata.
Tahukah kamu
Yesus menggunakan kata yang dipakai untuk orang yang tersesat di padang gurun
Kata 'tersesat' (πλανᾶσθε) juga dipakai untuk menggambarkan orang yang tersesat di jalan atau yang dibawa ke arah yang salah oleh pemimpin yang sesat. Yesus menyatakan bahwa Saduki literally sedang berada di jalan yang salah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 22:29
Yohanes 5:39
Mempelajari teks tanpa mengenal Allah di baliknya
“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci... Namun, kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk mendapat hidup itu.”
2 Timotius 3:16-17
Fungsi Kitab Suci untuk mengoreksi kesalahan
“Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
Yeremia 32:27
Kuasa Allah yang tidak terbatas
“Sesungguhnya, Akulah Tuhan, Allah semua makhluk; adakah sesuatu yang mustahil bagi-Ku?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 22:29
✕ Sering dikira
Yesus kasar karena langsung menyebutkan mereka tersesat
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kebenaran yang disampaikan dengan tegas, bukan kekasaran. Yesus menunjukkan belas kasihan dengan mengidentifikasi masalah yang sebenarnya.
✕ Sering dikira
Saduki tersesat hanya karena tidak percaya kebangkitan
✓ Yang sebenarnya
Akar masalahnya adalah metodologi: mereka hanya menerima Taurat dan tidak membaca Kitab Suci secara menyeluruh, serta meremehkan kuasa Allah.
Renungan
Renungan Singkat Matius 22:29
Kita bisa tersesat ketika mengandalkan pemahaman sendiri tanpa merendahkan hati di hadapan Allah. Pastikan kita membaca Alkitab dengan sikap mau diajar, bukan untuk membenarkan pendapat sendiri.
Tuhan, ampunilah aku jika sering mengandalkan logika ketimbang firman-Mu. Bimbing aku untuk selalu rendah hati belajar dari-Mu. Amin.