Imam kepala marah melihat anak-anak memuji
Matius 21:15
Yesus Menyucikan Bait Allah
“Namun, ketika para imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mukjizat-mukjizat yang sudah dilakukan Yesus dan melihat anak-anak yang berseru dalam Bait Allah, “Hosana bagi Anak Daud,” mereka menjadi marah.”Matius 21:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,”Matius 21:15 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi imam-imam kepala dan guru-guru agama marah melihat keajaiban-keajaiban yang dilakukan oleh Yesus. Dan mereka marah juga mendengar anak-anak bersorak-sorak di Rumah Tuhan, "Hidup Anak Daud!"”Matius 21:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun para imam kepala dan ahli Taurat menjadi sangat marah ketika melihat perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Yesus dan mendengar anak-anak kecil bersorak-sorai di teras rumah Allah, “Hosana, terpujilah TUHAN atas kedatangan Keturunan Daud ini.””Matius 21:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when the chief priests and scribes saw the wonderful things that he did, and the children crying in the temple, and saying, Hosanna to the son of David; they were sore displeased,”Matius 21:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 21:15?
Para imam kepala dan ahli Taurat marah ketika melihat mukjizat Yesus dan mendengar anak-anak berseru 'Hosana bagi Anak Daud'. Mereka merasa terancam oleh pujian kepada Yesus, karena itu menantang otoritas mereka.
Latar belakang
Yang buta melihat, yang melek tidak mau melihat
Para imam kepala menyaksikan dua hal sekaligus: mukjizat nyata dan anak-anak yang berseru 'Hosana bagi Anak Daud'. Reaksi mereka bukan kagum atau penyelidikan jujur — tapi kemarahan. Mereka yang punya pengetahuan kitab suci paling banyak justru paling menolak.
Di mana
Pelataran Bait Allah, Yerusalem
Di antara kerumunan yang menyaksikan mukjizat dan anak-anak yang berseru
Kapan
~30 M
Minggu Sengsara
Yang berbicara
Matius (narator)
Menggambarkan kontras antara pujian anak-anak dan kemarahan pemimpin
Kepada
Para imam kepala dan ahli Taurat
Yang menyaksikan mukjizat dan pujian tapi memilih marah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἰδόντες
idontes · saw/observed
Melihat dengan mata — tapi tidak berarti menerima apa yang dilihat
ἠγανάκτησαν
ēganaktēsan · were indignant
Marah besar, jengkel mendalam — lebih dari sekadar kesal
θαυμάσια
thaumasia · wonderful things
Hal-hal yang menakjubkan, mukjizat yang membuat kagum
Mereka melihat 'thaumasia' (hal yang menakjubkan) tapi reaksinya bukan kekaguman melainkan kemarahan (ēganaktēsan). Melihat dan mau menerima adalah dua hal yang berbeda — penolakan bisa terjadi bahkan di hadapan bukti yang jelas.
Tahukah kamu
Anak-anak di Bait Allah adalah hal yang tidak biasa
Di Bait Allah, yang mengambil peran utama ibadah adalah orang dewasa, biasanya laki-laki. Anak-anak berseru di lingkungan sakral Bait Allah adalah hal yang tidak terduga — dan justru inilah yang membuat imam kepala semakin marah. Tapi bagi Yesus, ini adalah konfirmasi kitab suci.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 21:15
Mazmur 8:3
Yesus mengutip ayat ini sebagai jawaban
“Dari mulut bayi-bayi dan anak yang menyusu Engkau telah menyiapkan kekuatan”
Yohanes 12:37
Pola yang sama: melihat tapi tidak percaya
“Walaupun Yesus sudah melakukan banyak tanda, mereka tidak percaya”
Lukas 19:39-40
Paralel penolakan terhadap pujian yang tepat
“Tegur murid-murid-Mu... kalau mereka diam, batu-batuan akan berseru”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 21:15
✕ Sering dikira
Imam kepala marah karena anak-anak mengganggu ketenangan Bait Allah
✓ Yang sebenarnya
Mereka marah karena konten seruan anak-anak — 'Hosana bagi Anak Daud' adalah klaim Mesias yang mereka tolak
✕ Sering dikira
Mukjizat yang dilakukan Yesus tidak cukup spektakuler untuk meyakinkan mereka
✓ Yang sebenarnya
Mereka menyaksikan mukjizat nyata (thaumasia) tapi tetap marah — masalahnya bukan kurangnya bukti
Renungan
Renungan Singkat Matius 21:15
Terkadang kita bisa iri atau merasa terancam ketika orang lain dipuji, terutama jika itu menggeser posisi kita. Mari belajar rendah hati dan bersukacita ketika orang lain dimuliakan, terutama jika itu untuk kemuliaan Tuhan.
Bapa, jauhkan aku dari rasa iri dan amarah saat orang lain dipuji; ajarku bersukacita dalam karya-Mu. Amin.