Orang Farisi Minta Pujian Dihentikan
Lukas 19:39
Yesus Disambut sebagai Raja
“Beberapa orang Farisi dari kerumunan orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Guru, tegurlah murid-murid-Mu.””Lukas 19:39 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu."”Lukas 19:39 · TB
Terjemahan Baru
“Beberapa orang Farisi dari antara orang banyak itu berkata kepada Yesus, "Bapak Guru, suruhlah pengikut-pengikut Bapak diam."”Lukas 19:39 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Beberapa orang Farisi di antara orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Guru, suruhlah para pengikutmu itu diam!””Lukas 19:39 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And some of the Pharisees from among the multitude said unto him, Master, rebuke thy disciples.”Lukas 19:39 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 19:39?
Orang Farisi meminta Yesus menegur murid-murid-Nya yang bersorak-sorak, karena mereka menganggap pujian itu berlebihan atau tidak pantas. Mereka tidak mengerti bahwa pujian ini adalah respons yang benar terhadap Yesus sebagai Mesias.
Latar belakang
Kepanikan pemimpin agama di depan publik
Orang Farisi tidak meminta Yesus berhenti — mereka meminta Yesus menegur murid-muridnya. Artinya, mereka mau Yesus sendiri yang memadamkan klaim mesianik atas dirinya. Ini adalah taktik: jika Yesus menolak, Dia secara implisit menyetujui gelar Raja.
Di mana
Lereng Bukit Zaitun
Di tengah kerumunan yang sedang memuji
Kapan
~30 M
Hari Minggu Palma
Yang berbicara
Beberapa orang Farisi
Pemimpin agama yang gelisah dengan klaim mesianik yang terbuka
Kepada
Yesus
Yang menolak untuk menghentikan pujian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐπιτίμησον
tegurlah · rebuke
Imperatif aorist — perintah mendesak: 'tegur sekarang juga!'
Διδάσκαλε
Guru · teacher
Orang Farisi memanggil Yesus 'Guru', bukan 'Tuhan' — mereka tidak mengakui gelarnya
μαθητάς
murid-murid-Mu · disciples
Mereka menyalahkan murid, bukan orang banyak — karena murid adalah tanggung jawab Yesus
Pilihan kata orang Farisi mengungkapkan strategi mereka: jadikan Yesus bertanggung jawab atas 'kerusuhan' murid-muridnya, dan paksa Dia memilih antara mengakui atau menyangkal gelar Raja.
Tahukah kamu
Orang Farisi sebenarnya membantu mengonfirmasi klaim Yesus
Dengan memprotes, orang Farisi tanpa sadar mengakui bahwa pujian itu bukan sekadar kata-kata kosong. Mereka tahu bahwa 'Raja yang datang dalam nama Tuhan' adalah klaim mesianik yang serius — dan itu yang membuat mereka panik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 19:39
Yohanes 11:47-48
Pola yang sama: pemimpin agama panik dengan respon publik terhadap Yesus
“Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mengumpulkan Mahkamah Agama... 'Apa yang harus kita buat? Sebab orang ini membuat banyak mujizat.'”
Matius 21:15-16
Di Matius, protes terjadi di Bait Allah dan ditujukan pada pujian anak-anak
“Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat... anak-anak berseru di Bait Allah: 'Hosana bagi Anak Daud!'... mereka menjadi marah.”
Lukas 11:52
Ironi: mereka yang seharusnya membuka pintu mesianik justru berusaha menutupnya
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 19:39
✕ Sering dikira
Orang Farisi hanya keberatan dengan keributan di tempat umum
✓ Yang sebenarnya
Keberatan mereka spesifik: konten pujian — gelar 'Raja' — yang merupakan klaim mesianik dan politis yang berbahaya
✕ Sering dikira
Permintaan mereka wajar dan tidak ada agenda tersembunyi
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah strategi: paksa Yesus menyangkal gelar Raja, atau biarkan Dia secara implisit mengakuinya di depan publik
Renungan
Renungan Singkat Lukas 19:39
Jangan malu atau takut untuk memuji Tuhan secara terbuka, meskipun orang lain menganggapnya berlebihan. Biarkan pujian kita keluar dari hati yang penuh syukur, bukan untuk mencari perhatian.
Tuhan, berani aku untuk memuji-Mu tanpa malu, karena Engkau layak menerima segala pujian. Amin.